![]() |
| Foto bersama Bu Sri Rohyanti Zulaikha |
![]() |
| Depan Pintu Masuk |
Hari
itu, pada tanggal 25 Maret 2015 merupakan hari dimana kami kelas Ilmu
Perpustakaan kelas A mengunjungi Perpustakaan Balai Bahasa guna mengikuti mata
kuliah Katalogisasi Literatur Bahasa Jawa. Kami pergi ke Perpustakaan dengan
dikoordinasi oleh ketua kelas mengendarai sepeda motor dengan saling memberi
boncengan bagi yang tidak mempunyai kendaraan. Perpustakaan tersebut merupakan
jenis perpustakaan khusus yaitu di bawah lembaga Balai Bahasa.
Bu
Sri Rohyati Zulaikha, dosen Katalogisasi Literatur Bahasa Jawa mengenalkan
kepada kami pustakawan – pustakawan yang bertugas disana ada yang dibagian
Informasi, bagian preservasi serta di bagian digitalisasi. Di bagian depan saya
melihat banyak hal seperti Information desk, laci catalog yang berisi catalog
kartunya, Katalog online, Rak – rak yang penuh dengan naskah – naskah kuno dan
ruang baca yang cukup nyaman. Perpustakaan ini bisa dikatakan cukup bagus,
karena penataannya yang lumayan rapi. Bedanya perpustakaan ini dengan yang lain
yaitu ketika kita menginginkan untuk membaca ataupun menggunakan naskah kuno
maka kita dianjurkan membaca catalog yang disediakan di buku pink kecil atau
OPAC terlebih dahulu , kemudian apabila sudah ketemu judul dan nomor panggilnya
baru kemudian menuliskan dikertas yang disediakan kemudian serahkan kepada
pustakawan. Nah, maka pustakawanlah yang mencarikannya.
![]() |
| Suasana Kuliah di Balai Bahasa |
![]() |
| Rak - rak buku |
Di
perpustakaan tersebut kami mendapatkan pelajaran berharga yang sebelumnya tidak
pernah kami ketahui. Ibu Sri Rohyati Zulaikha., dosen Katalogisasi Literatur
Bahasa Jawa menunjukkan kepada kami tentang sebuah naskah kuno yang masih asli.
Umurnya sangat tua, bahkan lebih tua dari umur kita. Bukan hanya itu, kami
diajarkan pula bagaimana membuka naskah kuno tersebut yaitu dengan cara
perlahan – lahan, ekstra hati – hati, karena kertasnya sangat rapuh sehingga
apabila tidak hati –hati akan merusak keutuhan naskah tersebut. Kemudian Bu Sri
juga menerangkan kepada kami bahwa selain menyimpan naskah – naskah kuno,
perpustakaan ini juga telah menyimpan beberapa naskah yang telah dipotocopy
dari naskah aslinya, sehingga menjadi lebih kuat dan tidak rapuh. Ini bertujuan memudahkan kita
apabila ingin menggunakannya tidak perlu bersusah dalam membukanya. Selain
dicetak ulang naskah tersebut juga di transliterasikan ke dalam tulisan latin. Bukan
hanya ditansliterasikan saja, beliau juga menjelaskan bahwa naskah tersebut
bahkan juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya pemfotocopyan
menjadi beberapa naskah, transliterasi, dan terjemahan tersebut, pengunjung
yang datang diharapkan menjadi lebih mudah dalam memahami naskah tersebut.
Kami
dipersilahkan untuk memasuki bagian dalam perpustakaan yang biasanya hanya
diperbolehkan untuk pustakawan dan staff
perpustakaan tersebut. Kami melihat – lihat bagaimana penyimpanan dari naskah
kuno yang asli, penyimpanan naskah kuno yang telah difotocopy menjadi beberapa naskah
serta penyimpanan naskah yang telah ditransliterasikan dan diterjemahkan.
Selain itu, kami juga diajak melihat naskah kuno yang telah digitalisasi.
Petugas yang bertugas mendigitalisasi naskah kuno, Mas Doni menjelasan kepada
kami bagaimana proses mendigitalisasi naskah kepada kami. Kami sangat senang
dapat belajar tentang banyak hal tersebut hal. Sungguh pengalaman yang tak
tergantikan.
Di
sana kami diberi tugas untuk mencatat salah satu daerah bibliografi dari 100
naskah yang ada dalam sebuah katalog di buku berwarna pink. Akan tetapi naskah
yang dipilih dari buku tersebut tidak boleh sama dengan teman yang lain.
Setelah kami mencatatnya, kami kemudian kami pamit meninggalkan perpustakaan
Balai Bahasa.














0 komentar:
Posting Komentar