Kamis, 05 Maret 2015

“ALUS” Kaulah yang Istimewa

Gambar 1. Logo ALUS
Setiap manusia itu pasti gak bisa kan hidup sendiri?, pasti membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Mereka berinteraksi karena suatu kebutuhan yang mendorong mereka. Itu terjadi karena manusia itu makhluk sosial. Manusia cenderung berkelompok dengan orang lain karena persamaan kepentingan. Salah satu dari bentuk kelompok yang terbentuk adalah komunitas / organisasi baik bersifat formal maupun nonformal. 

Bagi aku yang sudah hampir berkepala dua ini, pastinya juga sudah banyak berkecimpung di dalam organisasi – organisasi sesuai umur dan pengalaman yang telah kujalani. Karena banyak yang sudah aku ikuti, tak perlulah harus menyebutkan satu persatu. Disini aku cukup menceritakan pengalamanku selama menjadi bagian dari keluarga besar “Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan” yang biasa disebut ALUS.  Lucu ya namanya ALUS… hehe… ALUS kan kalo diartikan secara spontan artinya halus. Tapi jangan salah ini beda lo. Mau tahu ceritanya? terus ikuti aku ya?

Aku gak pernah menyebut sebuah kebetulan dalam segala kejadian yang menghampiriku. Begitu pula ketika aku mengenal ALUS yang juga merupakan sebuah rencana Alloh SWT. Ini mungkin karena aku adalah mahasiswa ilmu perpustakaan, yang tentu bersangkut – paut tentunya dengan organisasi ini. Awalnya sih aku mengenal dua organisasi ALUS dan Liberty. Akan tetapi ALUS yang pertama melakukan perekrutan terhadap mahasiswa baru. Sangat kuingat waktu pertama kali kesan pertama yang kulihat dari yang tampak ketika anggota ALUS sedang mempromosikan kepada kami dari kelas ke kelas yang lain. Mereka memakai baju khusus bertuliskan ALUS dengan bangganya dan pokoknya keren deh. Bukan Cuma secara fisik mereka keren, tetapi mereka menunjukkan kemampuan mereka berbicara di depan publik dengan presentasi yang mereka bawakan. Mereka juga melampirkan film dokumenter yang mereka buat tentang kegiatan ALUS yang membuatku ngiler deh pengen bisa bikin film keren kaya gitu dan pokoknya ingin banget deh ikut ALUS.  Begitupun dengan isi dari presentasinya menunjukkan bahwa ALUS memang cocok jadi pilihan karena kegiatan –kegiatannya benar – benar bermanfaat menjadikan mahasiswa jadi luar biasa bukan hanya mengetahui ilmunya ngolah di perpustakaan tapi juga dapat memanfaatkan ilmu tersebut kepada masyarakat lewat pengabdian yang mereka berikan. 

Dengan ketertarikanku yang begitu besar seperti yang telah kulihat tadi, aku memutuskan untuk mendaftar organisasi tersebut. Aku mendaftar karena ingin mendapatkan ilmu lebih banyak yang gak mungkin kudapat saat perkuliahan. Aku juga ingin mempraktekkan ilmu yang aku punya untuk diabdikan kepada masyarakat. Untuk menjadi anggota ALUS harus mengikuti test wawancara. Di moment ini gak mungkin bisa dilupakan, apalagi waktu itu aku masih tergolong belum lama di UIN. Ya bisa dikatakan mahasiswa baru. hehe… Aku mengisi formulir di stan kemudian aku mengikuti test wawancara tiga hari kemudian. Setiap pendaftar yang ingin mengikuti wawancara diwajibkan membawa sebuah karya yang akan ditampilkan saat itu. Aku kebetulan menampilkan sebuah puisi yang berjudul “Perpustakaan Masa Kecilku” . Begini puisinya.

Perpustakaan Masa Kecilku

Kuingat kampung halaman
Kubuka lembaran-lembaran kenangan
Kuingat suatu tempat di dekat hamparan sawah
Sawah yang memangku berumpun-rumpun padi

Tahukah kalian tempat apa itu
Di tempat itu aku beradu dengan segudang ilmu
Jendela dunia terbentang dihadapanku
Ketika ku bercengkerama di sana

Di tempat itulah ku pertama ku memulai cerita ini
Cerita cintaku akan membaca
Kuhabiskan masa kecilku disana
Tapi kini taman bacaan itu tiada bersemi lagi

Manca... manca namanya... yayasan taman bacaan
Itu tentang perpustakaan masa kecilku
Yang tak pernah mungkin kulupa

Bermula ketika di UIN Sunan Kalijaga ini
Di jurusan ilmu perpustakaan ini
Sungguh sebuah jurusan yang mulia
Karena di negeri nan permai ini
Lukisan tangan pustakawan sungguh berarti
Akan selalu bergelora dalam membangun bangsa

Dan mulai detik ini aku berazam untuk terus belajar
Belajar untuk menjadi pustakawan profesional
Untuk sejuta harapan masa depan
Pengabdianku pada kampung halaman, nusa dan bangsa

Setelah aku dinyatakan lolos menjadi anggota ALUS, aku seneng banget. Jangan salah waktu itu lumayan sulit untuk lolos, apalagi di test wawancara yang begitu ketat. Alhamdulillah setelah penat menghadapi proses perekrutan ALUS, aku terhibur dengan acara mahrab dengan berkemah di Kaliurang. Di sana merupakan daerah pegunungan yang benar – benar alami dengan suasananya yang cerah dan banyak pepohonannya. Udaranya sangat dingin, berbeda sekali dengan di Kota Jogjakarta yang udaranya panas karena asap – asap kendaraan bermotor dan banyak gedung tetapi sedikit pepohonan. Aku benar – benar menikmati rangkaian acara yang dipersembahkan oleh panitia. Acaranya sangat menarik seperti kumpul pengenalan ALUS supaya menumbuhkan rasa cinta dan kesetiaan serta semangat terhadap ALUS, pentas seni seru – seruan bareng ALUS dengan menampilkan nyanyian, puisi dan stand up comedy, mengenalkan tentang divisi dan program ALUS, serta acara game outbund. Bener – benar bikin fresh dan membuatku makin semangat untuk untuk terus berkreativitas di ALUS. 
Gambar 2. mahrab pada acara pengenalan ALUS

Gambar 3. Mahrab pada acara Api Unggun dan Pentas Seni
Gambar 4. Mahrab pada acara foto bersama menjelang pulang
Gambar 5. Mahrab pada acara Senam Pagi
Gambar 6. Mahrab pada acara Out- Bound
Itulah awal –awal aku mulai tertarik ikut lebih jauh mengenal ALUS. Tentu saja karena rasa ingin tahu mencari feel tersebut, maka pada setiap kegiatan ALUS aku ikuti. Kegiatan – kegiatan yang aku ikuti selama kurang lebih satu setengah tahun ini mungkin jika diruntut alangkah banyaknya kegiatan – kegiatan yang telah aku ikuti di ALUS meliputi Jogja Membaca, ALUS goes to school, pustkawan plus, pengolahn perpustakaan di BPAD, diskusi kepustakawanan yang dilakukan tiap bulan, pelatihan penulisan gol a gong, menyusun proker dengan menginap di kediaman Ahmad Dahlan serta rapat – rapat evaluasi. Karena kegiatan yang banyak tersebut, sehingga tak mungkin bisa diungkapkan semuanya. Mau tahu ceritanya? ya liat di sini dong!

Jogja Membaca merupakan acara ALUS yang popular yang merupakan acara rutin tiap tahun yang dimaksudkan untuk mengajak masyarakat Jogja untuk gemar membaca. Acara ini digelar oleh ALUS bekerjasama dengan BPAD dan penerbit - penerbit. Karena sudah dua tahun mengikuti alus, aku sudah kedua kalinya mengikuti acara ini. Jogja membaca tahun lalu yaitu Jogja Membaca 3 sebenarnya banyak perbedaan dengan tahun yang sekarang. Untuk yang tahun lalu acara di gelar bersamaan perayaan hari Ibu dengan tema “ Ibu Sebagai perpustakaan pertamaku” menggelar acara perpustakaan terbuka dan mengajak masyarakat membaca lewat sosmed di O km serta kunjungan – kunjungan di 5 TBM di Jogajakarta digelar dalam waktu bersamaan. Kebetulan waktu itu aku mendapat tugas untuk mengunjungi TBM Luru Ilmu, di Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Aku disana bersama kawan – kawan sekelompok mengadakan acara story telling dan lomba menggambar untukanak – anak serta mengajak ibu – ibu untuk gemar membaca. Kebetulan waktu itu kunjungan di TBM waktunya gak bebarengan dengan acara puncaknya di O km, sehingga aku bisa mengikuti acara tersebut. Aku ikut menyemarakkan perpustakaan terbuka untuk masyarakat Jogja terutama yang datang serta lalu lalang melewati O km.
Gambar 7. Jogja Membaca 3 pada acara Lomba Menggambar di TBM Luru Ilmu
Gambar 8. Jogja Membaca 3 pada acara Story Telling di TBM Luru Ilmu
Gambar 9. Jogja Membaca pada acara kunjungan ke TBM Luru Ilmu
Gambar 10. Jogja Membaca 3 pada acara sambuatan oleh Kepala BPAD di 0 km
Gambar 11. Jogja Membaca 3 pada acara Perpustakaan Terbuka di O km
Gambar 12. Jogja Membaca 3 pada Acara Testimoni di O km
Gambar 13. Jogja Membaca 3 pada acara Foto Bareng



Jogja Membaca 4 yang baru bulan Januari diadakan berbeda dengan tahun lalu yang juga tak mungkin kulupakan. Acaranya di adakan dua hari dengan hari pertama mempublikasikan tentang membaca kepada masyarakat lewat sosmed seperti facebook, twitter, dan website. Kemudian hari kedua acara puncaknya di o km itu masih seperti acara tahun kemarin bedanya untuk Jogja Memaca 4 menggelar acara Orasi baca, baca puisi dan giving party serta dibuat ula maskot bentuk buku super duber besar. Orasi baca dan baca puisi diwakilkan setiap divisi 1 oarang. Aku kebetulan dapat kepercayaan buat menampilkan puisi tentang membaca kepada masyarakat Jogja di tengah – tengah banyaknya orang berlalu – lalang. Rasanya benar – benar WOW baru pertama kalinya aku maju di depan orang banyak seperti itu. Setelah digelar orasi baca dan baca puisi, diadakan acara treatikal baca. Ini seperti demo baca ditengah- tengah lampu merah. Setelah itu ada perpustakaan terbuka. Aku dan kawan – kawan mencoba merayu kepada masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan terbuka dan mengikuti Book giving party.
Gambar 15. Jogja Membaca 4 pada acara foto bersama antara panitia dengan para tamu undangan di O km
Gambar 16. Jogja Membaca 4 pada acara Baca Puisi ( Pembaca : Aku ) di O km
Gaambar 17. Jogja Membaca 4 pada acara Treatikal Baca di samping lampu merah O km
Gambar 18. Jogja Membaca 4 pada acara Perpustakaan Terbuka di O km
Gmbar 19.Jogja Membaca 4 pada acara Book Giving Party
Gambar 20. Jogja Membaca 4 pada acara Book Giving Party di O km
Gambar 21. Jogja Membaca 4 ( Maskot Jogja Membaca 4 )
ALUS goes to school juga merupakan acara besar yang diadakan oleh ALUS. Acara ini menawarkan berbagai program kepada perpustakaan  sekolah – sekolah di Yogjakarta.  Program yang ditawarkan adalah pengolahan perpustakaan, otomasi perpustakaan, konsultasi perpustakaan, dan game perpustakaan. Untuk sepuluh sekolah yang terpilih memilih satu program diantara beberapa program tersebut. Aku kebetulan mendapat bagian tugas mengolah perpustakaan di SMK Berbah, Sleman, Yogyakarta. SMA nya sangatlah tidak layak karena bukunya tidak beraturan, klasifikasi banyak yang salah serta belum terotomasi. Aku bersama kawan – kawan mengolah buku – buku di sana mulai dari inventaris, tajuk subjek, dan klasifikasi. Karena waktunya yang terbatas tentu tidak semua buku kami olah, Ya paling tidak kami sudah mengenalkan kepada mereka bagaimana cara megolah buku yang baik. Alhamdulillah pustakawannya ternyata orangnya benar – benar menpunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga memperhatikan dengan seksama apa yang kami kerjakan serta menanyakan jika tak mengerti. Aku mendapatkan pelajaran yang berharga setelah ini, bahwa masih banyak perpustakaan yang membutuhkan tangan dari pustakawan professional di negeri ini. 


Gambar 22. Alus goes to School di Perpustakaan Berbah, Sleman
Gambar 23. Alus goes to School pada acara berfoto bersama dengan pustakawan SMK Berbah, Sleman
Acara yang tak terlupakan lainnya adalah ketika aku mengikuti pengoalahan buku di BPAD. Waktu itu adalah liburan semesteran sehingga waktunya begitu luang. Kenapa bisa tak terlupakan? karena kami kerja di sana seharian dan pulang sore bahkan pernah suatu ketika sampai larut malam. Bersama kawan – kawanku Mas Uzzi, Mas Habib, Mbak Suci, Mbak Kartika, Mas Wahyuddin, Mbak Nice, Mbak Icrima, Mbak Syifa, Faiz, Fajar, Ririn, Kunto, Bastian dan Yeni kami saling berbagi tugas sehingga pekerjaan menjadi lebih enteng. Disinilah aku mulai mendapatkan Feel” di ALUS. Aku bisa dekat dan lebih komunikatif serta akrab dengan kawan – kawan ALUS. Selain itu juga dapat benar –benar mempraktekkan ilmu yang kami pelajari untuk mengolah perpustakaan secara langsung. Seru kan?

Gambar 24. Pengolahan Perpustakaan di BPAD Yogyakarta pada acara poto bareng pustakawan BPAD
Gambar 25. Pengolahan Perpustakaan BPAD Yogyakarta saat mengolah

Apalagi di sela – sela kami mengolah pada bulan itu bertepatan dengan wisuda dari kakak – kakak ALUS. Kebetulan sekali ya? aku masih di Jogja. Hingga akhirnya aku ikut bersama beberapa kawan ALUS mengunjungi acara wisuda serta sekalian merayakan Halal Bil Halal ALUS di Warung makan dekat UIN. Aku senang sekali bisa dekat dengan teman – teman yang banyak memberi inspirasi kepadaku.
Gambar 26. Kunjungan wisuda kakak ALUS beserta Halal bil Halal ALUS
  
Selain asyiknya mengikuti kegiatan di ALUS juga banyak cerita yang tentunya bikin tambah semangat dan merasa nyaman di sini. Kami antar anggota seringkali tertawa bersama dan  bercanda ria bersama. Mungkin ini akan selalu menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan. 
Gambar 27. Keakraban bersama kawan ALUS setelah acara Pelantikan

Gambar 28. Keakraban bersama kawan ALUS saat makan - makan
Dalam setiap organisasi pastinya ada divisi - divisinya. Kebetulan aku dimasukkan dalam divisi keanggotaan. Ceritaku di divisi keanggotaan ada enaknya ada pula susahnya. Senangnya ya prokernya gak banyak... hehe... Tapi susahnya ya ribet banget usaha buat merekatkan anggota. Ya wajar saja, namanya juga ngatur orang banyak, buat ngatur diri sendiri saja masih susah kan? . Kegiatan yang udah kami adakan adalah PAB, Makhrab, pembuatan seragam ALUS, kalender Ultah ALUS, dan pembuatan KTA.

Gambar 29. Anggota Divisi Keanggoataan
Gambar 30. Program divisi Keanggotaan yaitu PAB

Gambar 31. Program divisi Keanggotaan yaitu Mahrab
Masih banyak kegiatan yang tak mungkin mampu kuceritakan seperti pustakawan plus, diskusi kepustakawanan yang dilakukan tiap bulan, pelatihan penulisan gol a gong, menyusun proker dengan menginap di kediaman Ahmad Dahlan serta rapat – rapat evaluasi dan rapat divisi. Aku sebenarnya masih ingin cerita, tapi mungkin jika ada kesempatan lagi karena terlalu luas untuk diceritakan.
Gambar 31. Kegiatan Pustakawan Plus
Gambar 32. Kegiatan Pelantikan Pengurus ALUS


Dari berbagai kegiatan diatas menunjukkan bahwa suatu organisasi pasti mempunyai program – program dan kegiatan yang sudah direncanakan. Kegiatan itu pastinya akan menentukan tujuan dari organisasi tersebut. Inilah inti dari organisasi ketika kita bisa berinteraksi dan bekerjasama dalam suatu tim sehingga menjadikan tujuan organisasi itu tercapai. 

#IDKS
 

0 komentar:

Posting Komentar

Laman