 |
| Gambar 1. Logo ALUS |
Setiap
manusia itu pasti gak bisa kan hidup sendiri?, pasti membutuhkan interaksi
dengan sesamanya. Mereka berinteraksi karena suatu kebutuhan yang mendorong
mereka. Itu terjadi karena manusia itu makhluk sosial. Manusia cenderung
berkelompok dengan orang lain karena persamaan kepentingan. Salah satu dari
bentuk kelompok yang terbentuk adalah komunitas / organisasi baik bersifat
formal maupun nonformal.
Bagi
aku yang sudah hampir berkepala dua ini, pastinya juga sudah banyak
berkecimpung di dalam organisasi – organisasi sesuai umur dan pengalaman yang
telah kujalani. Karena banyak yang sudah aku ikuti, tak perlulah harus
menyebutkan satu persatu. Disini aku cukup menceritakan pengalamanku selama
menjadi bagian dari keluarga besar “Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan” yang
biasa disebut ALUS. Lucu ya namanya
ALUS… hehe… ALUS kan kalo diartikan secara spontan artinya halus. Tapi jangan
salah ini beda lo. Mau tahu ceritanya? terus ikuti aku ya?
Aku
gak pernah menyebut sebuah kebetulan dalam segala kejadian yang menghampiriku.
Begitu pula ketika aku mengenal ALUS yang juga merupakan sebuah rencana Alloh
SWT. Ini mungkin karena aku adalah mahasiswa ilmu perpustakaan, yang tentu bersangkut
– paut tentunya dengan organisasi ini. Awalnya sih aku mengenal dua organisasi
ALUS dan Liberty. Akan tetapi ALUS yang pertama melakukan perekrutan terhadap
mahasiswa baru. Sangat kuingat waktu pertama kali kesan pertama yang kulihat
dari yang tampak ketika anggota ALUS sedang mempromosikan kepada kami dari
kelas ke kelas yang lain. Mereka memakai baju khusus bertuliskan ALUS dengan
bangganya dan pokoknya keren deh. Bukan Cuma secara fisik mereka keren, tetapi
mereka menunjukkan kemampuan mereka berbicara di depan publik dengan presentasi
yang mereka bawakan. Mereka juga melampirkan film dokumenter yang mereka buat
tentang kegiatan ALUS yang membuatku ngiler deh pengen bisa bikin film keren
kaya gitu dan pokoknya ingin banget deh ikut ALUS. Begitupun dengan isi dari presentasinya
menunjukkan bahwa ALUS memang cocok jadi pilihan karena kegiatan –kegiatannya
benar – benar bermanfaat menjadikan mahasiswa jadi luar biasa bukan hanya mengetahui
ilmunya ngolah di perpustakaan tapi juga dapat memanfaatkan ilmu tersebut kepada
masyarakat lewat pengabdian yang mereka berikan.
Dengan
ketertarikanku yang begitu besar seperti yang telah kulihat tadi, aku
memutuskan untuk mendaftar organisasi tersebut. Aku mendaftar karena ingin
mendapatkan ilmu lebih banyak yang gak mungkin kudapat saat perkuliahan. Aku juga
ingin mempraktekkan ilmu yang aku punya untuk diabdikan kepada masyarakat. Untuk
menjadi anggota ALUS harus mengikuti test wawancara. Di moment ini gak mungkin
bisa dilupakan, apalagi waktu itu aku masih tergolong belum lama di UIN. Ya
bisa dikatakan mahasiswa baru. hehe… Aku mengisi formulir di stan kemudian aku
mengikuti test wawancara tiga hari kemudian. Setiap pendaftar yang ingin
mengikuti wawancara diwajibkan membawa sebuah karya yang akan ditampilkan saat
itu. Aku kebetulan menampilkan sebuah puisi yang berjudul “Perpustakaan Masa Kecilku” . Begini puisinya.
Perpustakaan
Masa Kecilku
Kuingat kampung halaman
Kubuka lembaran-lembaran
kenangan
Kuingat suatu tempat di
dekat hamparan sawah
Sawah yang memangku
berumpun-rumpun padi
Tahukah kalian tempat apa
itu
Di tempat itu aku beradu
dengan segudang ilmu
Jendela dunia terbentang
dihadapanku
Ketika ku bercengkerama di
sana
Di tempat itulah ku pertama
ku memulai cerita ini
Cerita cintaku akan membaca
Kuhabiskan masa kecilku
disana
Tapi kini taman bacaan itu
tiada bersemi lagi
Manca... manca namanya...
yayasan taman bacaan
Itu tentang perpustakaan
masa kecilku
Yang tak pernah mungkin
kulupa
Bermula ketika di UIN Sunan
Kalijaga ini
Di jurusan ilmu perpustakaan
ini
Sungguh sebuah jurusan yang mulia
Karena di negeri nan permai
ini
Lukisan tangan pustakawan
sungguh berarti
Akan selalu bergelora dalam
membangun bangsa
Dan mulai detik ini aku
berazam untuk terus belajar
Belajar untuk menjadi
pustakawan profesional
Untuk sejuta harapan masa
depan
Pengabdianku pada kampung
halaman, nusa dan bangsa
Setelah
aku dinyatakan lolos menjadi anggota ALUS, aku seneng banget. Jangan salah
waktu itu lumayan sulit untuk lolos, apalagi di test wawancara yang begitu ketat.
Alhamdulillah setelah penat menghadapi proses perekrutan ALUS, aku terhibur dengan acara mahrab dengan berkemah
di Kaliurang. Di sana merupakan daerah pegunungan yang benar – benar alami
dengan suasananya yang cerah dan banyak pepohonannya. Udaranya sangat dingin,
berbeda sekali dengan di Kota Jogjakarta yang udaranya panas karena asap – asap
kendaraan bermotor dan banyak gedung tetapi sedikit pepohonan. Aku benar –
benar menikmati rangkaian acara yang dipersembahkan oleh panitia. Acaranya
sangat menarik seperti kumpul pengenalan ALUS supaya menumbuhkan rasa cinta dan
kesetiaan serta semangat terhadap ALUS, pentas seni seru – seruan bareng ALUS
dengan menampilkan nyanyian, puisi dan stand up comedy, mengenalkan tentang
divisi dan program ALUS, serta acara game outbund. Bener – benar bikin fresh
dan membuatku makin semangat untuk untuk terus berkreativitas di ALUS.
 |
| Gambar 2. mahrab pada acara pengenalan ALUS |
 |
| Gambar 3. Mahrab pada acara Api Unggun dan Pentas Seni |
 |
| Gambar 4. Mahrab pada acara foto bersama menjelang pulang |
 |
| Gambar 5. Mahrab pada acara Senam Pagi |
 |
| Gambar 6. Mahrab pada acara Out- Bound |
Itulah
awal –awal aku mulai tertarik ikut lebih jauh mengenal ALUS. Tentu saja karena
rasa ingin tahu mencari feel tersebut, maka pada setiap kegiatan ALUS aku
ikuti. Kegiatan – kegiatan yang aku ikuti selama kurang lebih satu setengah
tahun ini mungkin jika diruntut alangkah banyaknya kegiatan – kegiatan yang
telah aku ikuti di ALUS meliputi Jogja Membaca, ALUS goes to school, pustkawan
plus, pengolahn perpustakaan di BPAD, diskusi kepustakawanan yang dilakukan
tiap bulan, pelatihan penulisan gol a gong, menyusun proker dengan menginap di
kediaman Ahmad Dahlan serta rapat – rapat evaluasi. Karena kegiatan yang banyak
tersebut, sehingga tak mungkin bisa diungkapkan semuanya. Mau tahu
ceritanya? ya liat di sini dong!
ALUS
goes to school juga merupakan acara besar yang diadakan oleh ALUS. Acara ini
menawarkan berbagai program kepada perpustakaan
sekolah – sekolah di Yogjakarta. Program
yang ditawarkan adalah pengolahan perpustakaan, otomasi perpustakaan,
konsultasi perpustakaan, dan game perpustakaan. Untuk sepuluh sekolah yang
terpilih memilih satu program diantara beberapa program tersebut. Aku kebetulan
mendapat bagian tugas mengolah perpustakaan di SMK Berbah, Sleman, Yogyakarta.
SMA nya sangatlah tidak layak karena bukunya tidak beraturan, klasifikasi
banyak yang salah serta belum terotomasi. Aku bersama kawan – kawan mengolah
buku – buku di sana mulai dari inventaris, tajuk subjek, dan klasifikasi.
Karena waktunya yang terbatas tentu tidak semua buku kami olah, Ya paling tidak
kami sudah mengenalkan kepada mereka bagaimana cara megolah buku yang baik.
Alhamdulillah pustakawannya ternyata orangnya benar – benar menpunyai rasa
ingin tahu yang tinggi sehingga memperhatikan dengan seksama apa yang kami
kerjakan serta menanyakan jika tak mengerti. Aku mendapatkan pelajaran yang
berharga setelah ini, bahwa masih banyak perpustakaan yang membutuhkan tangan
dari pustakawan professional di negeri ini.
 |
| Gambar 22. Alus goes to School di Perpustakaan Berbah, Sleman |
 |
| Gambar 23. Alus goes to School pada acara berfoto bersama dengan pustakawan SMK Berbah, Sleman |
Acara
yang tak terlupakan lainnya adalah ketika aku mengikuti pengoalahan buku di
BPAD. Waktu itu adalah liburan semesteran sehingga waktunya begitu luang. Kenapa bisa tak terlupakan? karena kami kerja di sana seharian dan pulang sore
bahkan pernah suatu ketika sampai larut malam. Bersama kawan – kawanku Mas Uzzi,
Mas Habib, Mbak Suci, Mbak Kartika, Mas Wahyuddin, Mbak Nice, Mbak Icrima, Mbak
Syifa, Faiz, Fajar, Ririn, Kunto, Bastian dan Yeni kami saling berbagi tugas
sehingga pekerjaan menjadi lebih enteng. Disinilah aku mulai mendapatkan “Feel” di
ALUS. Aku bisa dekat dan lebih komunikatif serta akrab dengan kawan – kawan
ALUS. Selain itu juga dapat benar –benar mempraktekkan ilmu yang kami pelajari
untuk mengolah perpustakaan secara langsung. Seru kan?
 |
| Gambar 24. Pengolahan Perpustakaan di BPAD Yogyakarta pada acara poto bareng pustakawan BPAD |
 |
| Gambar 25. Pengolahan Perpustakaan BPAD Yogyakarta saat mengolah |
Apalagi
di sela – sela kami mengolah pada bulan itu bertepatan dengan wisuda dari kakak –
kakak ALUS. Kebetulan sekali ya? aku masih di Jogja. Hingga
akhirnya aku ikut bersama beberapa kawan ALUS mengunjungi acara wisuda serta
sekalian merayakan Halal Bil Halal ALUS di Warung makan dekat UIN. Aku senang sekali
bisa dekat dengan teman – teman yang banyak memberi inspirasi kepadaku.
 |
| Gambar 26. Kunjungan wisuda kakak ALUS beserta Halal bil Halal ALUS |
Selain
asyiknya mengikuti kegiatan di ALUS juga banyak cerita yang tentunya bikin
tambah semangat dan merasa nyaman di sini. Kami antar anggota seringkali tertawa bersama dan bercanda ria
bersama. Mungkin ini akan selalu menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan.
 |
| Gambar 27. Keakraban bersama kawan ALUS setelah acara Pelantikan |
 |
| Gambar 28. Keakraban bersama kawan ALUS saat makan - makan |
Dalam setiap organisasi pastinya ada divisi - divisinya. Kebetulan aku dimasukkan dalam divisi keanggotaan. Ceritaku di divisi keanggotaan ada enaknya ada pula susahnya. Senangnya ya prokernya gak banyak... hehe... Tapi susahnya ya ribet banget usaha buat merekatkan anggota. Ya wajar saja, namanya juga ngatur orang banyak, buat ngatur diri sendiri saja masih susah kan? . Kegiatan yang udah kami adakan adalah PAB, Makhrab, pembuatan seragam ALUS, kalender Ultah ALUS, dan pembuatan KTA.
 |
| Gambar 29. Anggota Divisi Keanggoataan |
 |
| Gambar 30. Program divisi Keanggotaan yaitu PAB |
 |
| Gambar 31. Program divisi Keanggotaan yaitu Mahrab |
Masih
banyak kegiatan yang tak mungkin mampu kuceritakan seperti pustakawan plus, diskusi kepustakawanan yang dilakukan tiap bulan, pelatihan penulisan gol a
gong, menyusun proker dengan menginap di kediaman Ahmad Dahlan serta rapat –
rapat evaluasi dan rapat divisi. Aku sebenarnya masih ingin cerita, tapi mungkin jika ada kesempatan lagi karena terlalu luas untuk diceritakan.
 |
| Gambar 31. Kegiatan Pustakawan Plus |
 |
| Gambar 32. Kegiatan Pelantikan Pengurus ALUS |
Dari
berbagai kegiatan diatas menunjukkan bahwa suatu organisasi pasti mempunyai
program – program dan kegiatan yang sudah direncanakan. Kegiatan itu pastinya
akan menentukan tujuan dari organisasi tersebut. Inilah inti dari organisasi
ketika kita bisa berinteraksi dan bekerjasama dalam suatu tim sehingga
menjadikan tujuan organisasi itu tercapai.
#IDKS
0 komentar:
Posting Komentar