Rabu, 24 Oktober 2018

Benteng Vredebrug


 Benteng Vredebreg berada di O km yaitu berada di Jalan Malioboro. Benteng Vredebrug merupakan benteng peninggalan pemerintah Belanda pada jaman penjajahan. Di dalam benteng vredebreg terdapat bangunan – bangunan kuno berarsitektur gaya Belanda. Menurut sejarah, itu disebabkan karena Benteng vredeberg didirikan oleh Belanda untuk mengawasi Kraton dan daerah sekitarnya. Di dalam benteng vredebreg terdapat taman – taman yang indah dan hijau sehingga menimbulkan suasana sejuk dan nyaman untuk bersantai. Dalam taman tersebut terdapat patung – patung, replikan tugu jogja dan meriam. 
Di gedung – gedung Benteng Vredebrug terdapat berbagai diorama – diorama, gambar – gambar, patung – patung, serta benda – benda yang mengandung nilai sejarah. Yang menjadi keunikan dari museum ini, berbagai diorama, gambar, lukisan, patung dan benda – benda yang bersejarah tersebut semuanya berhubungan dengan ketentaraan di jaman perjuangan. Terdapat pula ruangan untuk menonton film sejarah tentang Benteng Vredebrug. Selain itu, ada pula wahana yang  menantang rasa takut kalian apabila memasukinya yaitu tempat gelap, sempit dan sepi yang berisi berbagai patung – patung  tentara Belanda dengan orang – orang pribumi yang kelihatan nyata.
Di sini kita dapat melihat gedung – gedung kuno beraksitektur Belanda yang megah, tinggi dan besar yang mengagumkan. Kita juga dapat menikmati suasana taman yang indah yang dipenuhi patung – patung. Kemudian Kita juga dapat melihat – lihat sambil mempelajari berbagai diorama, gambar, lukisan, patung dan benda – benda bersejarah di dalam gedung Benteng Vredebrug. Tidak lupa kita dapat memotret berbagai diorama, gambar, lukisan, patung dan benda – benda sebagai dokumentasi. Untuk lebih memperdalam wawasan sejarah mengenai Benteng Vredeburg kita dapat menonton film sejarah tentang Benteng Vredebrug yang sangat menarik di sana. Bahkan kita dapat memasuki ruang wahana dengan patung-patung yang menggambarkan jaman Belanda yang seakan-akan terlihat hidup, sehingga menimbulkan kesan menakutkan mengingatkan tentang perjuangan jaman penjajahan kala itu

Selasa, 06 Maret 2018

Pelatihan Literasi di Perpustakaan STAIT Jogja







Pedidikan Pemakai Perpustakaan dan Pelatihan Literasi Informasi tahun ajaran 2017/2018 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 20 Februari 2018 di Aula Stait Jogja dengan mengusung tema “Meningkatkan Minat Baca pada Karya-karya Ilmiah dalam Era Teknologi Informasi” dengan pembicara Arum Wulaningsih, S.IP sebagai pustakawan di STAIT Jogja. Adapun materi yang disampaikan mengenai Pentingnya Literasi Informasi bagi Mahasiswa, pencarian Informasi di perpustakaan, Pencarian Informasi menggunakan Google Scholar, Pencarian Informasi menggunakan Perpustakaan Negara Republik Indonesia e-resources, Pencarian Informasi menggunakan One Search Indonesia dan mengenalkan Jurnal-Jurnal Open Acces. 
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi informasi terutama kepada karya-karya ilmiah kepada mahasiswa. Hal tersebut mengingat mahasiswa merupakan salah satu penyumbang literasi di negara ini padahal minat baca mereka tergolong rendah dibanding, sehingga mahasiswa perlu dibina untuk mempunyai kemampuan literasi informasi yang baik. Acara literasi ini dihadiri oleh 25 mahasiswa STAIT Jogja dari seluruh prodi dan seluruh semester. Acara ini akan menjadi acara rutin setiap tahun bagi mahasiswa baru STAIT Jogja.

Laman