 |
| Perpustakaan Nasional tampak dari depan |
Liburan weekend kemarin, Kami bersepuluh ada Aku,
Maryam, Hana, Ririn, Desi, Faiz, Bastian, Kunto, Fajar dan Yeni backpackeran ke
Jakarta. Selain mencari pengalaman, kami juga mencari ilmu. Salah satu tempat
dari beberapa tempat yang aku kunjungi adalah perpustakaan Nasional di Jalan
Salemba. Kami menuju ke sana mengendarai sebuah kereta yang bernama “Gaya Baru”
dengan sangat bahagia bersaa – sama. Perpustakaan Nasional merupakan tempat
yang ketiga dari berbagai tempat yang telah kami kunjungi. Kami menaiki bis
Trans Jakarta untuk ke Perpustakaan Nasional, kami sampai di sana ketika pukul
jam 12 siang. Akhirnya bisa mengunjungi
juga tempat di mana sering disebut – sebut dalam buku bahkan dosen – dosen.
 |
| Pintu masuk Perpustakaan Nasional |
Di perpusnas mempunyai keunikan tersendiri
dibandingkan dengan perpustakaan yang lain, di perpusnas sangat megah dan besar
dan arsitektur dengan penataan ruangan yang indah dan rapi. Penataan yang rapi
ini dikarenakan jumlah koleksinya yang begitu banyak, sehingga setiap lantai
punya kegunaan masing – asing. Yang membuat pengunjung senang, pembuatan kartu
anggota berlangsung sangat cepat sehingga tidak perlu menunggu hari kemudian
untuk membuatnya, hanya cukup satu hari. Luar biasa bukan?. Yng berbeda dari
perpusnas lagi, kami melihat ada toko bukunya loh. Di toko buku ini selain
menjual buku – buku tertentu, juga dijual pernak – pernik seperti gantungan
kunci, muk, agenda, bolpen dan lain – lain yang bertuliskan dan bercap
Perpustakaan Nasional sehingga cocok dong buat dijadiin oleh – oleh. Perpusnas
mempunyai 7 lantai. Pengen tahu ya ada apa aja sih di tiap lantainya?.
 |
| Toko buku Perpustakaan Nasional di Lantai 1 |
 |
| keunikan pernak - pernik di toko buku Perpustakaan Nasionla disertai dengan lambangnya |
 |
| Pembuatan kartu KTA yang cepat hanya mengantri beberapa jam |
Sebenarnya begini, Di lantai pertama kami melihat
ada ruang Informasi, Bagian pendaftaran anggota serta pembuatan kartu anggota,
ada loker, ruang serial, ruang sekretariat lembaga sertifikasi pustakawan / LSP
Pustakawan, hostspot area serta ada toko bukunya. Yang paling seru di lantai
pertama ini ada pahatan dari batu putih yang membuat indah riuangan ini. Di
bawah pahatan ini terdapat prasasti bertuliskan “Diresmikan oleh Presiden
Soeharto” . Seperti yang telah kudengar
dari Pak Lasa HS bahwa perpusnas memang dibangun pada masa pemerintahan
presiden Soeharto, ternyata terbukti dengan adanya prasasti tersebut. Setiap
pengunjung yang ingin masuk diwajibkan untuk mengisi daftar hadir terlebih
dahulu sebelum akhirnya mengambil kunci loker dengan menyerahkan KTP.
 |
| Pengisian buku tamu di lantai 1 |
 |
| Hostspot area di lantai 1 |
 |
| Ruang locker untuk penitipan tas di lantai 1 |
 |
| Ruang sekretariat lembaga sertifikasi profesi pustakawan |
Di Lantai dua, aku menemukan banyak sekali laci
katalog yang berjajar rapi sehingga membuat tambah unik saja perpustakaan ini. Selain
itu juga ada catalog buku yang tak kalah banyaknya dengan katalog kartu. Jangan
salah! selain catalog kartu dan buku juga ada jenis katalog OPAC. Inilah yang
menjadi nilai lebih dari Perpustakaan Nasional. Perpustakaan ini mempunyai
keunikan tersendiri dengan koleksi berbagai jenis catalog yang ada di sini
selain membantu dalam menunjukkan letak koleksi juga memberikan pemahaman
kepada pengunjung macam – macam katalog yang pernah ada di sana sebelum adanya
kemajuan teknologi. Selain terdapat catalog – catalog, di lantai pertama ini
juga terdapat layanan koleksi majalah,
surat kabar dan jurnal mutakhir. Di sini terdapat berbagai macam majalah –
majalah baik itu yang ilmiah ataupun yang bersifat hiburan, lengkap pokoknya
seperti majalah finance dan ekonomi, kartini, tempo, time, femina, trubus,
fortuna, negarawan, forbes Asia billionaries, dan masih banyak lagi. Surat
kabar juga sangat banyak sekali baik yang local maupun mancanegara. Jurnal –
jurnalnya lengkap dan mutakhir. Yang menarik dari kleksi majalah, surat kabar
dan jurnal disini karena kelengkapannya. Selain itu, di lantai ini juga
terdapat koleksi peta dan lukisan / map and painting collections. Di ruang ini
banyak sekali berbagai koleksi peta, lukisan – lukisan bersejarah dan penting
di Indonesia.
 |
| Katalog buku |
 |
| Katalog buku yang dibuka |
 |
| Layanan koleksi majalah, surat kabar dan jurnal mutakhir |
 |
| Berbagai peta di ruang koleksi peta dan lukisan |
 |
| Berbagai koleksi lukisan di ruang koleksi peta dan lukisan |
 |
| Katalog OPAC |
 |
| Katalog kartu PBB lantai VD |
 |
| Katalog kartu koleksi mikrofis lantai IVB |
 |
| Katalog kartu untuk Buku Langka Lantai VB |
 |
| Katalog kartu berbagai jenis koleksi |
Di lantai tiga, terdapat layanan koleksi – koleksi
social dan humanoria yang bernomor panggil 000 – 499. Di sana terdapat banyak sekali jenis koleksi
dengan subjek ilmu social dan humanoria. Selain itu, di lantai ini juga
terdapat layanan koleksi ilmu terapan dengan nomer panggil 500 - 599
. Di dalam
ruangan koleksi terapan terdapat banyak sekali koleksi yang bersubjek tentang
ilmu terapan tentang banyak hal.
 |
| Ruang layanan Koleksi Ilmu terapan |
 |
| Ruang Layanan Koleksi Ilmu Sosial dan Humanoria |
Di Lantai empat terdapat layanan koleksi referensi,
penelitian, tesis serta layanan audio – visual. Begitu masuk lantai empat kami
langsung menuju ruang layanan audio - visual. Di dalam ruangan ini terdapat
berbagai macam koleksi audio – visual yang bisa diakses lewat computer yang
ada. Komputernya banyak sekali jumlahnya, sehingga apabila pengunjungnya
banyakpun bisa tercukupi dengan cepat dan mudah. Selanjutnya kami masuk ke
dalam ruang koleksi multimedia, penelitian dan tesis. Dalam ruangan ini sangat
banyak koleksi referensi, penelitian dan tesis yang sangat banyak jumlahnya,
sehingga bisa dijadikan sumber referensi yang baik dalam membuat artikel,
skripsi, makalah, tesis dan lain – lain.
 |
| Ruang layanan Koleksi Audio Visual |
 |
| Komputer - komputer dalam ruang audio visual |
 |
| Ruang koleksi referensi tesis dan disertasi |
 |
| reading area dari ruangan koleksi referensi tesis dan disertasi |
Untuk selanjutnya di lantai lima khusus digunakan
untuk tandon. Ya seperti yag kita ketahui, di lantai ini berisi banyak koleksi
yang ada di semua lantai, akan tetapi setiap satu judul koleksi terdapat satu
yang disimpan di dalam tandon. Tujuannya agar apabila terjadi kehilangan masih
ada di tendon.
Lantai enam menyimpan banyak sekali koleksi –
koleksi kuno jaman dahulu kala. Koleksinya sangat banyak yang semuannya terlindungi dalam ruang
berkaca. Kenapa ? Ya tujuannya supaya aman terlindungi dari suhu udara yang
tidak teratur, kotoran, dan sentuhan tangan manusia yang takutnya mengkontaminasi kertas yang banyak
terkandung bahan – baahan kimia yang mudah rusak.
 |
| Koleksi kuno yang langka yang dilindungi |
Sama halnya dengan di lantai Enam, di Lantai tujuh merupakan tempat penyimpanan
koleksi langka akan tetapi letak perbedaannya pada jenisnya yaitu majalah
langka jaman dahulu kala. Majalah tersebut sudah di katalogisasikan di OPAC .
Aku kagum melihat majalah – majalah jaman Belanda yang ternyata masih ada
sampai sekarang. Luar biasa bukan?. Koleksi kuno jaman dahulu serta koleksi
majalah langka ini merupakan keunikan tersendiri bagi Perpustakaan Nasional
yang menyimpan majalah kuno di Indonesia, sehingga bisa ikut berupaya
melestarikan aset budaya.
 |
| Contoh majalah kuno berjudul "Kitab Peringatan Hindia - Belanda" |
 |
| Contoh majalah kuno berjudul "Senjata tradisional Indonesia" |
 |
| Contoh majalah kuno berjudul "Nederland and Indie" |
Oleh karena itu, Saya kira perpustakaan Nasional
merupakan perpustakaan yang baik. Perpustakaan yang punya pengelolaan dan
pelayanan yang baik. Selain itu, yang membuat unik dari perpustakaan ini mengoleksi
koleksi yang terbaru dan juga yang kuno jaman dahulu. Sekian semoga
penggambaran tentang Perpustakaan Nasional ini dapat bermanfaat bagi kalian
semua.
#IDKS
0 komentar:
Posting Komentar