Rabu, 25 Maret 2015

Perpustakaan Nasional, It is a Wonderful library



Perpustakaan Nasional tampak dari depan
Liburan weekend kemarin, Kami bersepuluh ada Aku, Maryam, Hana, Ririn, Desi, Faiz, Bastian, Kunto, Fajar dan Yeni backpackeran ke Jakarta. Selain mencari pengalaman, kami juga mencari ilmu. Salah satu tempat dari beberapa tempat yang aku kunjungi adalah perpustakaan Nasional di Jalan Salemba. Kami menuju ke sana mengendarai sebuah kereta yang bernama “Gaya Baru” dengan sangat bahagia bersaa – sama. Perpustakaan Nasional merupakan tempat yang ketiga dari berbagai tempat yang telah kami kunjungi. Kami menaiki bis Trans Jakarta untuk ke Perpustakaan Nasional, kami sampai di sana ketika pukul jam 12 siang.  Akhirnya bisa mengunjungi juga tempat di mana sering disebut – sebut dalam buku bahkan dosen – dosen. 
Pintu masuk Perpustakaan Nasional
Di perpusnas mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan perpustakaan yang lain, di perpusnas sangat megah dan besar dan arsitektur dengan penataan ruangan yang indah dan rapi. Penataan yang rapi ini dikarenakan jumlah koleksinya yang begitu banyak, sehingga setiap lantai punya kegunaan masing – asing. Yang membuat pengunjung senang, pembuatan kartu anggota berlangsung sangat cepat sehingga tidak perlu menunggu hari kemudian untuk membuatnya, hanya cukup satu hari. Luar biasa bukan?. Yng berbeda dari perpusnas lagi, kami melihat ada toko bukunya loh. Di toko buku ini selain menjual buku – buku tertentu, juga dijual pernak – pernik seperti gantungan kunci, muk, agenda, bolpen dan lain – lain yang bertuliskan dan bercap Perpustakaan Nasional sehingga cocok dong buat dijadiin oleh – oleh. Perpusnas mempunyai 7 lantai. Pengen tahu ya ada apa aja sih di tiap lantainya?. 
Toko buku Perpustakaan Nasional di Lantai 1
keunikan pernak - pernik di toko buku Perpustakaan Nasionla disertai dengan lambangnya
Pembuatan kartu KTA yang cepat hanya mengantri beberapa jam
Sebenarnya begini, Di lantai pertama kami melihat ada ruang Informasi, Bagian pendaftaran anggota serta pembuatan kartu anggota, ada loker, ruang serial, ruang sekretariat lembaga sertifikasi pustakawan / LSP Pustakawan, hostspot area serta ada toko bukunya. Yang paling seru di lantai pertama ini ada pahatan dari batu putih yang membuat indah riuangan ini. Di bawah pahatan ini terdapat prasasti bertuliskan “Diresmikan oleh Presiden Soeharto” .  Seperti yang telah kudengar dari Pak Lasa HS bahwa perpusnas memang dibangun pada masa pemerintahan presiden Soeharto, ternyata terbukti dengan adanya prasasti tersebut. Setiap pengunjung yang ingin masuk diwajibkan untuk mengisi daftar hadir terlebih dahulu sebelum akhirnya mengambil kunci loker dengan menyerahkan KTP. 
Pengisian buku tamu di lantai 1
Hostspot area di lantai 1
Ruang locker untuk penitipan tas di lantai 1
Ruang sekretariat lembaga sertifikasi profesi pustakawan
Di Lantai dua, aku menemukan banyak sekali laci katalog yang berjajar rapi sehingga membuat tambah unik saja perpustakaan ini. Selain itu juga ada catalog buku yang tak kalah banyaknya dengan katalog kartu. Jangan salah! selain catalog kartu dan buku  juga ada jenis katalog OPAC. Inilah yang menjadi nilai lebih dari Perpustakaan Nasional. Perpustakaan ini mempunyai keunikan tersendiri dengan koleksi berbagai jenis catalog yang ada di sini selain membantu dalam menunjukkan letak koleksi juga memberikan pemahaman kepada pengunjung macam – macam katalog yang pernah ada di sana sebelum adanya kemajuan teknologi. Selain terdapat catalog – catalog, di lantai pertama ini juga terdapat layanan koleksi  majalah, surat kabar dan jurnal mutakhir. Di sini terdapat berbagai macam majalah – majalah baik itu yang ilmiah ataupun yang bersifat hiburan, lengkap pokoknya seperti majalah finance dan ekonomi, kartini, tempo, time, femina, trubus, fortuna, negarawan, forbes Asia billionaries, dan masih banyak lagi. Surat kabar juga sangat banyak sekali baik yang local maupun mancanegara. Jurnal – jurnalnya lengkap dan mutakhir. Yang menarik dari kleksi majalah, surat kabar dan jurnal disini karena kelengkapannya. Selain itu, di lantai ini juga terdapat koleksi peta dan lukisan / map and painting collections. Di ruang ini banyak sekali berbagai koleksi peta, lukisan – lukisan bersejarah dan penting di Indonesia.
Katalog buku
Katalog buku yang dibuka
Layanan koleksi majalah, surat kabar dan jurnal mutakhir
Berbagai peta di ruang koleksi peta dan lukisan
Berbagai koleksi lukisan di ruang koleksi peta dan lukisan
Katalog OPAC
Katalog kartu PBB lantai VD
Katalog kartu koleksi mikrofis lantai IVB

Katalog kartu untuk Buku Langka Lantai VB
Katalog kartu berbagai jenis koleksi
Di lantai tiga, terdapat layanan koleksi – koleksi social dan humanoria yang bernomor panggil 000 – 499. Di sana terdapat banyak sekali jenis koleksi dengan subjek ilmu social dan humanoria. Selain itu, di lantai ini juga terdapat layanan koleksi ilmu terapan dengan nomer panggil 500 - 599 . Di dalam ruangan koleksi terapan terdapat banyak sekali koleksi yang bersubjek tentang ilmu terapan tentang banyak hal. 
Ruang layanan Koleksi Ilmu terapan
Ruang Layanan Koleksi Ilmu Sosial dan Humanoria
Di Lantai empat terdapat layanan koleksi referensi, penelitian, tesis serta layanan audio – visual. Begitu masuk lantai empat kami langsung menuju ruang layanan audio - visual. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai macam koleksi audio – visual yang bisa diakses lewat computer yang ada. Komputernya banyak sekali jumlahnya, sehingga apabila pengunjungnya banyakpun bisa tercukupi dengan cepat dan mudah. Selanjutnya kami masuk ke dalam ruang koleksi multimedia, penelitian dan tesis. Dalam ruangan ini sangat banyak koleksi referensi, penelitian dan tesis yang sangat banyak jumlahnya, sehingga bisa dijadikan sumber referensi yang baik dalam membuat artikel, skripsi, makalah, tesis dan lain – lain. 
Ruang layanan Koleksi Audio Visual
Komputer - komputer dalam ruang audio visual
Ruang koleksi referensi tesis dan disertasi
reading area dari ruangan koleksi referensi tesis dan disertasi
Untuk selanjutnya di lantai lima khusus digunakan untuk tandon. Ya seperti yag kita ketahui, di lantai ini berisi banyak koleksi yang ada di semua lantai, akan tetapi setiap satu judul koleksi terdapat satu yang disimpan di dalam tandon. Tujuannya agar apabila terjadi kehilangan masih ada di tendon. 

Lantai enam menyimpan banyak sekali koleksi – koleksi kuno jaman dahulu kala. Koleksinya sangat banyak  yang semuannya terlindungi dalam ruang berkaca. Kenapa ? Ya tujuannya supaya aman terlindungi dari suhu udara yang tidak teratur, kotoran, dan sentuhan tangan manusia yang  takutnya mengkontaminasi kertas yang banyak terkandung bahan – baahan kimia yang mudah rusak. 
Koleksi kuno yang langka yang dilindungi
Sama halnya dengan di lantai Enam, di  Lantai tujuh merupakan tempat penyimpanan koleksi langka akan tetapi letak perbedaannya pada jenisnya yaitu majalah langka jaman dahulu kala. Majalah tersebut sudah di katalogisasikan di OPAC . Aku kagum melihat majalah – majalah jaman Belanda yang ternyata masih ada sampai sekarang. Luar biasa bukan?.  Koleksi kuno jaman dahulu serta koleksi majalah langka ini merupakan keunikan tersendiri bagi Perpustakaan Nasional yang menyimpan majalah kuno di Indonesia, sehingga bisa ikut berupaya melestarikan aset budaya.
Contoh majalah kuno berjudul "Kitab Peringatan Hindia - Belanda"

Contoh majalah kuno berjudul "Senjata tradisional Indonesia"
Contoh majalah kuno berjudul "Nederland and Indie"
Oleh karena itu, Saya kira perpustakaan Nasional merupakan perpustakaan yang baik. Perpustakaan yang punya pengelolaan dan pelayanan yang baik. Selain itu, yang membuat unik dari perpustakaan ini mengoleksi koleksi yang terbaru dan juga yang kuno jaman dahulu. Sekian semoga penggambaran tentang Perpustakaan Nasional ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. 

#IDKS
 

0 komentar:

Posting Komentar

Laman