Sabtu, 30 Mei 2015

Pameran Literasi dan Budaya 2015 : Upaya Melestarikan Budaya Bangsa

Stand "Cublak - Cublak Suweng"

             Hari itu, Selasa dan Rabu, 26 – 27 Mei 2015, di Gelanggang Eska Kampus Timur UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, diadakan sebuah acara “Pameran Literasi dan Ilmu Budaya” sebagai praktek dari mata kuliah Informasi dalam Konteks Sosial. Pameran ini merupakan suatu bentuk hasil karya calon pustakawan untuk menyajikan infornasi secara sosial kepada masyarakat. Tentu saja acara ini tidak bisa terlaksana tanpa ide dari dosen kami tercinta yang kece yaitu Ibu Labibah Zain. Acara ini memang sudah menjadi acara tahunan prodi ilmu perpustakaan baik D3 maupun S1, akan tetapi untuk tahun ini mengusung tema yang unik yaitu Dolanan Anak yang hampir punah.  Tema ini menurut saya sangat menarik, Kenapa? karena bagi mahasiswa Ilmu Perpsatakaan itu sendiri dapat mendokumentasikan , melestarikan, serta sebagai ajang preservasi budaya. Bagi pengunjung bisa kembali bernostalgia tentang permainan masa kecilnya, mengenalnya, memahaminya serta melestarikannya karena permainan  tradisional tersebut sudah hampir punah keberadaannya. Tapi jangan salah ya, selain pameran acara yang lain pun turut mendukung acara ini. Bagaimana ya acaranya? Simak ya di bawah ini.
Suasana Pameran Literasi dan Budaya 2015
            Acaranya kan Pameran Literasi dan Budaya ya tentu saja pameran yang menjadi utama di sini. Di sini kebetulan saya dan teman – teman sekelompok saya membuka stand “ Cublak – Cublak Suweng” dari berbagai versi beberapa daerah di Indonesia yaitu Yogyakarta, Sunda, Jawa Tengah, Bali, dan Lombok yang ternyata mempunyai kesamaan dalam hal cara bermainnya, sehingga kami mengusung tema stand kami dengan Bhineka Tunggal Ika. Tak kalah menariknya, Stand lain pun menampilkan berbagai dolanan, seperti Empring, Jamuran, Ikling, Gangsing, Jalangkung, Kodok – kodokan dan sebagainya yang pada zaman sekarang ini telah banyak ditinggalkan.
Suasana Stand "Cublak - Cublak Suweng"
Suasana Stand "Dingklik Oglak - Aglik"
Suasana Stand "Jamuran"
Suasana Stand "Save Our Heritage"

Suasana Stand "Ingkling"
Pameran ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa UIN Jogja dan luar UIN Jogja, serta sahabat kecil dari TK dan PAUD UIN Sunan Kalijaga. Mereka tampak menikmati acara tersebut, terutama anak – anak TK dan PAUD yang turut memeriahkan acara tersebut dengan bermain cublak – cublak suweng bersama –sama, berebut balon dan permen serta mencoba berbagai permainan lainnya. Setiap ada pengunjung yang datang, kami berusaha untuk menjelaskan tentang cublak – cublak suweng serta mengajak bermain untuk anak –anak TK dan PAUD.

Dosen dan mahasiswa datang mengunjungi pameran
Menjelaskan permainan Cublak - Cublak Suweng kepada pengunjung
Pengunjung dari PAUD UIN Sunan Kalijaga
Pengunjung dari TK UIN Sunan Kalijaga
Membagikan permen kepada TK UIN Sunan Kalijaga
Anak - anak TK UIN Sunan Kalijaga yang sedang menonton video
Bermain Cublak - Cublak Suweng bersama anak - anak PAUD UIN Sunan Kalijaga
Membagikan Balon kepada anak - anak TK UIN Sunan Kalijaga
           Selain acara Pameran, Lomba Show and Tell juga diadakan pada hari pertama. Lomba Show anda Tell ini cukup menegangkan bagi peserta lomba tersebut yang diambil dari perwakilan kelas sekitar tiga orang. Tema yang dijelaskan beragam sesuai pilihan yang dari peserta yang berkaitan dengan perpustakaan.  Bangganya  kini aku melihat ternyata teman – temanku hebat juga dalam berbahasa Inggris. Luar Biasa bukan?
            Acara yang membuat semua orang bingung dan tegang dalam sekejab adalah IP Talent. Bagaimana tidak, dadakan kami setiap stand wajib menyumbangkan suatu penampilan di depan panggung. Wuaaah… Stand kami bingung mau menampilkan apa. Sempat terbesit rencana gila ingin menampilkan paduan suara. Tapiiiii…. setelah dicoba ternyata suara kami cempreng semua sehingga kami urungkan kembali niat itu. Kami akhirnya mengajukan Hana untuk menampilkan silat. Semua stand juga banyak menampilkan kemampuan mereka seperti menari, menyanyi, puisi dan sebagainya.
Lomba IP Talent
            Ada pula acara Talk Show yang diadakan pada hari kedua oleh pembicara seorang budayawan Jawa bernama Bapak Bambang Nursinggih yang dimoderatori oleh salah satu mahasiswa ilmu perpustakaan Fuad Wahyu Prabowo. Dalam Talk Show ini dijelaskan tentang pentingnya dolanan anak serta upaya dalam melestarikannya. Menariknya, Pak Bambang Nursingging menjelaskan serta berinteraksi dengan peserta dengan berbahasa Jawa. Saya sangat menikmati acara talk Show tersebut, karena kita juga diajak menyanyikan beberapa lagu anak – anak, membaca geguritan serta mempraktekan secara langsung dolana tersebut. 
Foto bersama pembicara Talk Show Bapak Bambang Nursinggih
            Tidak lama setelah acara Talk Show, kami diumumkan tentang kejuaraan dari Lomba Show and Tell, IP Talent, dan Stand. Alhamdulillah ternyata stand “Cublak – Cublak Suweng” mendapatkan juara kedua. Bagiku juara kedua sudah luar biasa, karena saya melihat kekompakan kelompok kami dari mulai persiapan awal, kami telah berjuang keras mulai dari menentukan tema, konsep, persiapan alat dan pengalaman yang seru lainnya terbayar sudah dengan juara yang kami dapat.
Pemberian hadiah kepada Stand Cublak - Cublak Suweng dan Hana sebagai pemenang show and tell
             Bagi saya acara Pameran ini memberi kesan dan pesan bagi saya, disini saya dapat belajar mengorganisasikan suatu acara dalam satu tim, belajar berinteraksi dan beromunikasi dengan banyak orang baik itu anak – anak, teman sebaya, dan orang yang lebih tua supaya apa yang ingin kita sampaikan dapat dimengerti, serta dapat memperkuat keilmuan kita di bidang Perpustakaan dan Informasi. Saya berharap di era modern ini dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi , dolanan anak yang merupakan warisan budaya tetap terlestarikan keberadaannya.
Mempromosikan Stand Cublak - Cublak Suweng kepada semua pengunjung
Foto bersama setelah acara se - kelas Ilmu perpustakaan A
Foto bersama setelah acara se - kelas Ilmu perpustakaan B
#IDKS

Laman