Minggu, 20 Maret 2016

Menelusuri Warna-Warni Keindahan Jalan Malioboro


         Sebuah kenikmatan tersendiri dapat berkunjung ke beberapa tempat wisata di sekitar keraton Yogyakarta, yaitu di Malioboro.  Banyak tempat-tempat wisata yang menarik dan tentunya bernilai sejarah yang tinggi. Seperti yang telah kita ketahui, Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya membuat banyak turis – turis baik dari local maupun mancanegara. Sebagai orang Jogja asli tentu merasa malu apabila belum mengenalnya. Bagi yang suka dengan travelling apalagi di tempat yang bersejarah tentu dapat menikmati perjalanan sambil banyak mengenal serta belajar dari berbagai tempat yang kita kunjungi.
Banyak alternatif yang dapat diambil untuk menuju tempat wisata di Malioboro, salah satunya yaitu Bis Trans Jogja jalur 1A arah Malioboro. Bis Trans Jogja berbeda dengan bis lainnya, karena terdapat AC tentu saja dengan harga yang murah. Dengan bis Trans Jogja, kita bisa sekaligus berkeliling daerah – daerah di Yogyakarta. 
Malioboro merupakan salah satu wisata berupa jalan yang banyak dikunjungi para wistawan baik dari lokal maupun asing.  Itu dikarenakan selain jalan tersebut mengandung nilai sejarah yang tinggi,  di sana juga terdapat berbagai hal yang menarik. Berbagai hal menarik tersebut antara lain gedung – gedung penting, mall, supermarket, kaki lima, galeri seni, pengamen, pasar bringharjo, makanan baik yang mahal atau murah, desa – desa wisata, berbagai kendaraan tradisional baik becak, sepeda ontel dan andong. Yang tidak kalah menariknya, di Malioboro ini kumpulnya berbagai orang dari seluruh dunia.
Disana kita dapat melihat – lihat gedung – gedung megah yang banyak dengan takjub. Selain itu, kita dapat melihat kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh orang – orang yang berada di Malioboro. Kita dapat melihat para turis menikmati liburan di sana, para pedagang menggelar dagangannya dan melayani pembeli, para tukang becak dan andong  yang sibuk  menawarkan kepada wisatawan. Yang tidak kalah menarik kita dapat mengabadikan momen – monen tertentu yang sekiranya menarik dengan berfoto bersama. Pokoknya nyesel deh kalo ngakunya ke Yogyakarta tapi belum ke Malioboro. hehehe
Di Malioboro kita dapat belanja-belanja juga lo di Pasar Beringharjo. Pasar Bringharjo terletak di Jalan Malioboro yaitu sebelah selatan jalan menghadap ke utara. Pasar Beringharjo mempunyai gedung yang megah berlantai dua. Berbeda dengan pasar lain, di depan pasar Beringharjo tempat parkir dikelola dengan rapi. Di pasar Beringharjo ini terdapat perbedaan antara lantai satu dengan lantai dua baik dari segi penataan maupun pembelinya.
Di lantai satu gedung Pasar Beringharjo, penataan dagangan seperti umumnya pasar tradisional lainnya yang mana dagangannya digelar di lantai. Kebanyakan para pembeli disini adalah para ibu yang masih terbiasa dengan sesuatu yang bersifat tradisional. Berbeda dengan yang di lantai dua, penataan dagangan sudah disusun secara modern seperti di swalayan atau supermarket. Kebanyakan para pembeli disini adalah ibu – ibu dan para remaja yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang bersifat modern. Di sini kita dapat melihat – lihat keadaan – keadaan para pedagang yang dengan riuh semangat menawarkan barang dagangannya kepada pelanggan, terutama para pedagang yang berada di lantai satu. Tidak akan menyesal mencoba liburan di Malioboro yang unik dengan kekentalan nilai sejarah dan tentu saja dapat sambil belajar dan jajan. 

TOEFEL Dicoba Bukan Dibayangkan!




Tanggal 19 Maret 2015, di Treatrikal Pusat Pengembangan Bahasa, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah diadakan kegiatan “Training TOEFEL”. Acara ini diadakan oleh UKM SPBA ( Studi Pengembangan Bahasa Asing ). Saya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai peserta. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, saya terlebih dahulu telah mendaftar melalui sms sejak jauh – jauh hari yang lalu. Pembayarannya bisa dibilang murah karena hanya tersebut Rp 30.000,- . Eh jangan hanya dilihat nominalnya loh tapi apa yang bisa didapat dari nominal berikut. Fasilitas yang bisa didapat tentu ilmu, modul, snack, simulasi, makan siang, souvenir berupa gantungan dan serfitikat.
            Pasti kalian bertanya – Tanya bagaimana sih acaranya? Nah saya dan teman saya yang bernama Ani berangkat ke sana sekitar pukul 08.00 WIB, karena kami memang tidak tahu acara dimulai jam berapa, karena di blosur tidak mencantumkan waktu dimulainya kegiatan training tersebut. Sampai disana ternyata masih sepi hanya panitia – panitia yang tampak sibuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Saya melihat didepan treatrikal saya melihat sesuatu yang menarik perhatian saya yaitu disediakannya spot foto berupa replika dari menara Eiffel dengan stand makanan Prancis yang berada disampingnya.
            Setelah sekian lama menunggu di luar ruangan, kami pun memutuskan untuk masuk. Eh ternyata ada Akmal. Ya akhirnya kami pun duduk bersebelahan di kursi yang tidak terlalu depan tapi juga tidak bisa dikatakan belakang. Setelah cukup lama kami kami menunggu di dalam gedung treatrikal, acara dimulai pukul 09.00 WIB. Seperti acara – acara pada umumnya, Acara dibuka oleh MC. Yang membuat berbeda MC berbicara dengan menggunakan bahasa inggris. Wah wah terbayang sekali kan gimana nuansanya… hehehe. Selain itu, UKM SPBA juga meresmikan “SPBA Course”, yaitu khursus bahasa Inggris yang mempunyai dua kelas yaitu kelas grammer dan speaking baik dari tingkat satu maupun dua. Waduh jadi tertarik nih, sekalipun juga jadi ragu – ragu kalo inget jadwal kuliah yang padat dan tugas yang membludak… huaaah.
            Setelah selesai peresmian, tibalah akhirnya pada acara training yang dimoderatori oleh salah satu dari anggota UKM SPBA kemudian dinarasumberi oleh Waskito Jati seorang pengajar Bahasa Inggris di Solo yang juga lulusan dari UIN Fakultas Syariah. Beliau mempunyai banyak pengalaman yang berkaitan dengan kemampuannya dalam berbahasa Inggris seperti misalnya kuliah di luar negeri dan berbagai penghargaan.  Training ini sangat seru dan menyenangkan, meskipun juga serius karena disini kita diajari bagaimana trik – trik dalam mengerjakan soal TOEFEL sehingga menjadi lebih mudah. Narasumber memperkenalkan berbagai macam jenis test TOEFEL. Selain itu, narasumber juga  membahas soal – soal TOEFEL meskipun hanya sebagian saja bukan keseluruhan. Ya setidaknya sudah mewakili.
            Acara training diakhiri jam 11.30 WIB. Sebelum menuju acara selanjutnya yaitu Simulasi TOEFEL, saya dan Ani makan dahulu dengan makanan yang telah disediakan oleh panitia. Kami makan bersama dengan peserta yang lain. Saya makan bersama Ani dan teman – teman UKM Badminton Ani yang kebetulan juga mengikuti acara tersebut. Mereka bernama Mas Ahmad, Mbak Ida dan Mbak Yunis. Ini dia bonus yang selanjutnya dapet temen baru. Assyikk kan? .Bayangin coba baru bentar aja kita kayak udah kenal lama... hehe. Setelah makan, kami melanjutkan untuk sholat di masjid UIN sebelum akhirnya kami melanjutkan acara yaitu “Simulasi TOEFEL”.
            Dalam mengerjakan soal – soal TOEFEL diberi waktu 2 jam. Saya mengikuti acara simulasi TOEFEL dengan serius. Saya mengerjakan soal – soal yang ada dengan segenap kemampuan kami. Tapi entah kenapa, setelah berfikir dengan sungguh – sungguh banyak soal – soal yang tidak bisa dipecahkan. Mungkin kami kurang belajar. Hasil dari test TOEFEL akan dibagikan seminggu lagi beserta sertifikatnya.
            Acara tersebut sangat bagus menurut saya, karena dengan adanya acara Training TOEFEL yang diadakan oleh UKM SPBA ini setidaknya dapat mengingatkan pelajaran – pelajaran tentang bahasa Inggris yang telah banyak kita lupakan karena padatnya beban kuliah. Selain itu, Kita menjadi lebih mengerti bagaimana bentuk dari soal – soal toefel berserta cara – cara pengerjaannya dengan trik – trik tertentu.

Kamis, 17 Maret 2016

Perpustakaan Masa Kecilku

Kuingat kampung halaman
Kubuka lembaran-lembaran kenangan
Kuingat suatu tempat di dekat hamparan sawah
Sawah yang memangku berumpun-rumpun padi

Tahukah kalian tempat apa itu
Di tempat itu aku beradu dengan segudang ilmu
Jendela dunia terbentang dihadapanku
Ketika ku bercengkerama di sana

Di tempat itulah ku pertama ku memulai cerita ini
Cerita cintaku akan membaca
Kuhabiskan masa kecilku disana
Tapi kini taman bacaan itu tiada bersemi lagi

Manca... manca namanya... yayasan taman bacaan
Itu tentang perpustakaan masa kecilku
Yang tak pernah mungkin kulupa

Bermula ketika di UIN Sunan Kalijaga ini
Di jurusan ilmu perpustakaan ini
Sungguh sebuah jurusan yang mulia
Karena di negeri nan permai ini
Lukisan tangan pustakawan sungguh berarti
Akan selalu bergelora dalam membangun bangsa

Dan mulai detik ini aku berazam untuk terus belajar
Belajar untuk menjadi pustakawan profesional
Untuk sejuta harapan masa depan
Pengabdianku pada kampung halaman, nusa dan bangsa



Laman