Kamis, 05 Februari 2015

Kenapa Sih Harus Milih Ilmu Perpustakaan?



Ketika aku lulus SMA, aku senang sekali aku berfikir akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi yang ternama di Jogja seperti apa yang aku impi - impikan. Walaupun dalam keadaan ekonomi orangtuaku yang kurang mampu dengan pekerjaan mereka sebagai buruh tidak tetap, tidak menyurutkan tekatku untuk terus mengejar mimpi-mimpiku, salah satunya adalah kuliah. Awalnya orang tua hanya mengijinkanku kuliah asalkan dengan beasiswa. Karena aku berasal dari SMA maka jelas aku ingin sekali kuliah di jurusan yang bersangkutan dari apa yang aku pelajari. Aku menginginkan kuliah di UGM atau UNY dengan jurusan yang sesuai dengan jurusan saya yaitu IPS. Akan tetapi Allah SWT menentukan lain, Setelah mengikuti seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN dengan beasiswa bidikmisi, akhirnya aku dinyatakan tidak diterima di kedua perguruan tinggi tersebut. Walaupun demikian, tidak melumpuhkan niatku untuk dapat kuliah.

Sejalan dengan keputusanku untuk tetap ingin kuliah, aku bingung menentukan di mana lagi harus melanjutkan kuliah. Tapi setelah sholat istiqoroh, akhirnya terjawablah pertanyaanku.  Aku mendapat saran dari kakak sepupuku untuk mencoba mendaftar di UIN . Kebetulan saat itu UIN masih membuka pendaftaran jalur regular. Jalur regular pada saat itu dibagi menjadi dua dengan beasiswa bidikmisi dan tanpa bidikmisi. Kebetulan saat itu untuk jalur yang bidikmisi pendaftarannya lebih awal. Akhirnya aku mendaftar jalur regular yang dengan bidikmisi. Tetapi ternyata beasiswa itu belum jadi rejeki bagiku. Kali ini aku hamper putus asa, Bagaimana tidak? aku hanya diperbolehkan orangtua kuliah jika benar – benar gratis mendapat beasiswa. Dengan rasa takut, Aku mengeluh kepada orangtuaku tentang segala kegagalanku ini. Dengan hati – hati bercampur rasa khawatir, aku Aku mencoba mempertimbangkan bagaimana respon dan pendapat orangtua jika aku tetap akan mencoba mendafatar kembali di UIN tetapi tanpa adanya beasiswa. Akan tetapi, Sungguh tidak terduga, entahlah mungkin inilah petunjuk dari Alloh SWT, orangtua setuju aku ke UIN Sunan Kalijaga walaupun untuk masalah biaya masih menjadi sebuah permasalahan apalagi adikku pada waktu yang sama juga mau melanjutkan SMA.Tetapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh SWT, semua bisa diusahakan berkat kerjasama dari orang-orang di sekelilingku yang selalu mendukungku.

Setelah akhirnya memutuskan untuk mendaftar kuliah di UIN, aku harus memilih apa jurusan yang harus aku ambil. Dalam memilih jurusan bukanlah persoalan yang mudah karena menyangkut bagaimana menjalaninya dan tentu saja untuk masa depan. Dalam kegalauan memilih jurusan akhirnya aku memilih untuk sholat istiqoroh meminta petunjuk dari Alloh SWT apa yang terbaik bagiku. Akhirnya aku memilih jurusan ilmu perpustakaan sebagai pilihan pertama diantara tiga pilihan lain. Alloh SWT ternyata tidak pernah menyia – nyiakan hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa, atas berkahnya aku dapat diterima di jurusan ilmu perpustakaan sebagai pilihan pertama. Awalnya aku belum mendapat beasiswa, tapi setelah semester dua aku akhirnya mendapat beasiswa bidikmisi. Mungkin inilah rejeki yang tertunda yang selama ini aku usahakan.

Pasti masih bingung ya kenapa aku waktu itu ambil jurusan ilmu perpustakaan sebagai pilihan pertama bukan yang lain? Aku mengambil jurusan ilmu perpustakaan karena aku suka dengan jurusan itu. Mengapa demikian? Aku tertarik jurusan tersebut karena pengalaman masa lalu saat masih kecil setiap hari bermain dan membaca di taman bacaan masyarakat di desaku. Selain itu juga karena hobby saya yang suka mengoleksi dan mengolah barang- barang maupun buku dengan rapi. Dan alasan lain yaitu dulu aku suka membaca novel, buku inspirasi, majalah dan tabloid bahkan internet di SMP dan SMA.

Masa kecilku sangatlah menyenangkan penuh dengan bermain – main. Tapi jangan salah, aku bermain di MANCA ( Taman Bacaan Masyarakat ) di desa ku Desa Tirtosari bukan hanya bermain tapi sambil belajar dan membaca. Masih bingung ya? apa itu MANCA? apa aja yang ada di sana dan apa yang bisa dilakukan disana?. Gini ya sebenarnya MANCA itu adalah sebuah taman baca yang disediakan untuk masyarakat khususya desa Tirtosari. Disana ada banyak  pelayanan yang disediakan untuk masyarakat khususnya bagi  anak-anak.  Pelayanan tersebut berupa buku – buku pelajaran, buku novel, cerita pendek, dongeng, legenda, buku-buku inspirasi, majalah, tabloid dan lain-lain. Selain itu juga banyak permainan di sana seperti karambol, puzzle, dan sebagainya. Yang tidak kalah menarik, diberikan hadiah setiap sepuluh kali kunjungan. Hadiah tersebut cukup menarik bagi anak- anak. Setiap tahunnya ada program-program yang diadakan seperti bersepeda gembira, nonton film di bioskop mataram dan training motivation. Semua itu mengisi hari – hari masa kecilku. Dari pengalaman inilah yang mengenalkanku tentang pentingnya sebuah perpustakaan bagiku. Ini merupakan salah satu alasanku memilih jurusan ilmu perpustakaan.

Dari sejak SD aku mempunyai mainan, barang- barang dan buku-buku. Semuanya aku simpan, kutata dan kuolah dengan baik sampai sekarang. Bahkan sampai sekarang buku- buku dari sewaktu SD sampai sekarang masih ada. Dengan kata lain aku suka mengoleksi. Itu merupakan suatu hobby yang menyenangkan. Karena kesenaganku dengan hal itu, maka menjadi salah satu alasanku mengambil jurusan ilmu perpustakaan.

Selain suka mengoleksi, aku juga hobi membaca terutama novel. Ini terjadi saat remaja ketika masih menginjak bangku SMP dan SMA. Aku selalu menghabiskan waktu di perpustakaan untuk membaca buku. Bahkan tak terhitung banyaknya jumlah buku fiksi yang telah kubaca khususnya novel. Bisa jadi hampir seluruh koleksi fiksi yang ada sudah kuhabiskan. Walau terkadang aku juga menggunakan perpustakaan untuk mencari buku- buku tentang materi yang diajarkan di kelas. Selain itu juga menggunakan perpustakaan untuk rekreasi seperti menonton TV dan film- film dalam CD. Aku juga sering menggunakan internet untuk mencari informasi selain dari buku dalam mendukung tugas- tugas sekolah. Dari sinilah maka timbullah ketertarikanku untuk memilih jurusan yang tak terpikirkan sama sekali olehku sebelumnya.

Banyak sekali teman – temanku yang masih bingung mengapa aku mengambil jurusan seaneh itu? Mereka yang mengira perpustakaan hanyalah soal buku dan buku. Mereka mengira perpustakaan hanyalah sekedar menata buku dan kerjaannya hanya berkutat pada gedung tua yang dianggap horror. Akan tetapi banyak sekali di orang – orang di desaku yang justru sangat antusias bahkan mendukungku di jurusan ini. Mereka mengatakan bahwa jursan ini sangat bagus, prospek kerjanya juga bagus dan masih sangat dibutuhkan.

Akhirnya setelah kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta aku dapat lebih mengerti apa sebenarnya jurusan ilmu perpustakaan itu?. Aku sama sekali tidak menyesal akan hal tersebut. Aku justru sangat senang dapat kuliah di jurusan yang unik ini. Karena banyak hal- hal baru yang aku dapatkan. Di jurusan ini bukan seperti apa yang banyak orang ketahui bahwa pustakawan hanyalah penjaga buku, tukang nata buku dan apa saja yang menganggap remeh pekerjaan pustakawan. Karena sesungguhnya di jurusan ini aku mempelajari bagaimana mengolah sebuah koleksi cetak, digital ataupun berupa barang fisik lain menjadi informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi pandangan yang memandang koleksi perpustakaan hanyalah soal buku – buku harus dibenahi.  Semuanya diolah bukan hanya dengan manual saja tetapi secara digital. Yang jelas bagaimana masyarakat dapat dengan lebih mudah mendapatkan informasi. Secara garis besar prosesnya meliputi pengadaan sampai bahan pustaka tersebut disebarkan. Semua mata kuliah yang mendukung hal tersebut diajarkan disini. Mata kuliahnya semuanya didukung oleh teknologi Informasi sehingga gak Gaptek .Gak terbayang kan bagaimana pentingnya menempuh pendidikan ilmu perpustakaan untuk menjadi pustakawan yang professional?. Jadi, mulai sekarang berhentilah memandang ilmu perpustakaan sebelah mata, karena menjadi pustakawan itu bukanlah pekerjaan  yang gampang. 

#IDKS
 

0 komentar:

Posting Komentar

Laman