Tanggal
19 Maret 2015, di Treatrikal Pusat Pengembangan Bahasa, UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta telah diadakan kegiatan “Training TOEFEL”. Acara ini diadakan oleh
UKM SPBA ( Studi Pengembangan Bahasa Asing ). Saya berpartisipasi dalam
kegiatan tersebut sebagai peserta. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, saya
terlebih dahulu telah mendaftar melalui sms sejak jauh – jauh hari yang lalu.
Pembayarannya bisa dibilang murah karena hanya tersebut Rp 30.000,- . Eh jangan
hanya dilihat nominalnya loh tapi apa yang bisa didapat dari nominal berikut.
Fasilitas yang bisa didapat tentu ilmu, modul, snack, simulasi, makan siang,
souvenir berupa gantungan dan serfitikat.
Pasti kalian bertanya – Tanya
bagaimana sih acaranya? Nah saya dan teman saya yang bernama Ani berangkat ke
sana sekitar pukul 08.00 WIB, karena kami memang tidak tahu acara dimulai jam
berapa, karena di blosur tidak mencantumkan waktu dimulainya kegiatan training
tersebut. Sampai disana ternyata masih sepi hanya panitia – panitia yang tampak
sibuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Saya melihat didepan treatrikal saya
melihat sesuatu yang menarik perhatian saya yaitu disediakannya spot foto
berupa replika dari menara Eiffel dengan stand makanan Prancis yang berada
disampingnya.
Setelah sekian lama menunggu di luar ruangan, kami pun memutuskan untuk masuk. Eh ternyata ada Akmal. Ya akhirnya kami pun duduk bersebelahan di kursi yang tidak terlalu depan tapi juga tidak bisa dikatakan belakang. Setelah cukup lama kami kami
menunggu di dalam gedung treatrikal, acara dimulai pukul
09.00 WIB. Seperti acara – acara pada umumnya, Acara dibuka oleh MC. Yang
membuat berbeda MC berbicara dengan menggunakan bahasa inggris. Wah wah
terbayang sekali kan gimana nuansanya… hehehe. Selain itu, UKM SPBA juga
meresmikan “SPBA Course”, yaitu khursus bahasa Inggris yang mempunyai dua kelas
yaitu kelas grammer dan speaking baik dari tingkat satu maupun dua. Waduh jadi
tertarik nih, sekalipun juga jadi ragu – ragu kalo inget jadwal kuliah yang
padat dan tugas yang membludak… huaaah.
Setelah selesai peresmian, tibalah
akhirnya pada acara training yang dimoderatori oleh salah satu dari anggota UKM
SPBA kemudian dinarasumberi oleh Waskito Jati seorang pengajar Bahasa Inggris di
Solo yang juga lulusan dari UIN Fakultas Syariah. Beliau mempunyai banyak pengalaman yang berkaitan dengan kemampuannya
dalam berbahasa Inggris seperti misalnya kuliah di luar negeri dan berbagai
penghargaan. Training ini sangat seru
dan menyenangkan, meskipun juga serius karena disini kita diajari bagaimana
trik – trik dalam mengerjakan soal TOEFEL sehingga menjadi lebih mudah.
Narasumber memperkenalkan berbagai macam jenis test TOEFEL. Selain itu,
narasumber juga membahas soal – soal
TOEFEL meskipun hanya sebagian saja bukan keseluruhan. Ya setidaknya sudah
mewakili.
Acara training diakhiri jam 11.30
WIB. Sebelum menuju acara selanjutnya yaitu Simulasi TOEFEL, saya dan Ani makan
dahulu dengan makanan yang telah disediakan oleh panitia. Kami makan bersama
dengan peserta yang lain. Saya makan bersama Ani dan teman – teman UKM
Badminton Ani yang kebetulan juga mengikuti acara tersebut. Mereka bernama Mas Ahmad, Mbak Ida dan Mbak Yunis. Ini dia bonus yang
selanjutnya dapet temen baru. Assyikk kan? .Bayangin coba baru bentar aja kita kayak udah kenal lama... hehe. Setelah makan, kami melanjutkan
untuk sholat di masjid UIN sebelum akhirnya kami melanjutkan acara yaitu “Simulasi
TOEFEL”.
Dalam mengerjakan soal – soal TOEFEL
diberi waktu 2 jam. Saya mengikuti acara simulasi TOEFEL dengan serius. Saya
mengerjakan soal – soal yang ada dengan segenap kemampuan kami. Tapi entah
kenapa, setelah berfikir dengan sungguh – sungguh banyak soal – soal yang tidak
bisa dipecahkan. Mungkin kami kurang belajar. Hasil dari test TOEFEL akan
dibagikan seminggu lagi beserta sertifikatnya.
Acara tersebut sangat bagus menurut
saya, karena dengan adanya acara Training TOEFEL yang diadakan oleh UKM SPBA
ini setidaknya dapat mengingatkan pelajaran – pelajaran tentang bahasa Inggris
yang telah banyak kita lupakan karena padatnya beban kuliah. Selain itu, Kita
menjadi lebih mengerti bagaimana bentuk dari soal – soal toefel berserta cara –
cara pengerjaannya dengan trik – trik tertentu.