Oleh : Arum Wulaningsih
Ku memandang sinar mentari jauh di langit sana
Kurasakan angin menyambut tubuh yang penuh peluh
Kukayuh sepeda sampai ke ujung jalan
Kutatap ujung jalan itu terlampau sangat jauh
Jauh
hanya di mata... jauh pula untuk dikatakan
Jauh
bukan berarti tak bisa dikayuh
Hanya
asa yang bisa menyatukan
Antara
ujung dengan jiwa yang menggebu
Kupercayakan jiwa ini kepada-Nya
Yang mampu memeluk mimpi-mimpi di ujung sana
Ke ujung yang tiada jauh dari pandangan-Nya
Ke ujung yang tiada jauh dari pandangan-Nya
Dan kini segenap asaku telah diridhoi-Nya
Kawan... Kini waktunya kubagikan kepada kalian
Kisah
tentang mimpiku yang telah dipeluk-Nya
Melalui sebuah tulisan, aku ingin mengungkapkan
Bukti
cinta-Nya padaku yang tak pernah putus asa

0 komentar:
Posting Komentar