Kamis, 15 Oktober 2015

Hari Anak Nasional 2015 : Baca Buku Bikin Cerah Duniaku



                Senin dan Selasa, 29 – 30 Juli 2015 diadakan acara Perayaan Hari Anak Nasional 2015 di Rumah Belajar Modern, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Acara ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh BPAD Yogyakarta dan dibantu oleh ALUS ( Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Yogyakarta).  Acara ini diadakan dalam rangka merayakan hari anak nasional tahun 2015 dengan menyediakan serangkaian acara yang dapat menghibur serta memberi edukasi terhadap anak – anak khususnya anak – anak TK dan SD di seluruh kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta.
             Persiapan Acara tersebut bisa dibilang cukup matang. Dari pihak BPAD maupun dari pihak ALUS dibentuk panitia untuk kegiatan tersebut. Dari ALUS membantu untuk persiapan dekorasi ruangan, kegiatan penyambutan terhadap tamu, mengkondisikan anak – anak dan  menunggu berbagai stand. Saya sendiri dalam kepanitiaan sebagai bendahara dan juga mendampingi d stand flannel.


H-1 Hari Anak Nasional 2015
            Senin, 29 Juli 2015, di RBM ( Rumah Belajar Modern ) dihadiri oleh seluruh TK di kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Semua anak dan guru disambut ramah oleh ALUS dan diantar menuju ke aula. Anak – anak serta guru terlihat sangat antusias mengikuti acara tersebut. Acara dibawakan oleh seorang MC, Kak Coy yang tentu saja sangat menarik hari anak – anak dengan kata kata dan sikap yang lucunya. Acara diisi oleh berbagai sambutan serta pembacaan dongeng. Setalah selesai acara tersebut, sekitar jam 10 an, anak – anak di bebaskan mengunjungi stand yang disukai. Stand – stand yang di sediakan meliputi stand mewarnai, origami, clay, serta stand flannel. Di sini stand – stand didampingi oleh ALUS. Kebetulan saya mendapat tugas mendampingi anak – anak di stand “Flanel”. Sekitar jam 12 an acara perayaan HAri Anak Nasional ditutup. Anak – anak dan guru bergegas untuk meninggalkan RBM tersebut.

H – 2 Hari Anak Nasional 2015
            Selasa, 29 Juli 2015, di RBM ( Rumah Belajar Modern ) dihadiri oleh seluruh SD dari kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Semua anak tampak menikmati acara tersebut. Berbeda dengan hari pertama kemarin, anak – anak SD tersebut tanpa didampingi oleh guru – guru mereka. Dengan tertib mereka sudah langsung memasuki aula. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yaitu Kak Coy sama seperti kemarin. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai sambutan. Setelah sambutan, dilanjut dengan acara yang mendebarkan yaitu dengan Edukasi Reptil. Tibalah acara yang ditunggu – tunggu yaitu Sulap. Dalam sulap yang ditampilkan tersebut ternyata banyak diambil hikmah dibalik sulap tersebut tentang nilai – nilai kehidupan. luar biasa kan?  Selesai sudah acara tersebut, kemudian anak – anak dibebaskan memilih mengunjungi stand – stand yang disediakan yaitu stand lukis gerabah, origami, Edukasi Reptil, serta stand Flanel. Setelah jam 12 an, acara ditutup dan anak – anak pun bergegas pulang dari RBM.
            Acara perayaan Hari Anak Nasional 2015 tersebut menurut saya sangat baik dilakukan, karena dengan acara ini maka anak – anak dapat terhibur hatinya serta dapat belajar berbagai keterampilan yang dapat bermanfaat tentunya di kemudian hari. Saya berharap acara sepert ini akan terus diadakan atau bahkan dikembangkan menjadi lebih baik lagi, bukan hanya di RBM saja tetapi di tempat lain pula, bukan hanya oleh BPAD dan ALUS akan tetapi oleh pihak lain pula.

Sabtu, 30 Mei 2015

Pameran Literasi dan Budaya 2015 : Upaya Melestarikan Budaya Bangsa

Stand "Cublak - Cublak Suweng"

             Hari itu, Selasa dan Rabu, 26 – 27 Mei 2015, di Gelanggang Eska Kampus Timur UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, diadakan sebuah acara “Pameran Literasi dan Ilmu Budaya” sebagai praktek dari mata kuliah Informasi dalam Konteks Sosial. Pameran ini merupakan suatu bentuk hasil karya calon pustakawan untuk menyajikan infornasi secara sosial kepada masyarakat. Tentu saja acara ini tidak bisa terlaksana tanpa ide dari dosen kami tercinta yang kece yaitu Ibu Labibah Zain. Acara ini memang sudah menjadi acara tahunan prodi ilmu perpustakaan baik D3 maupun S1, akan tetapi untuk tahun ini mengusung tema yang unik yaitu Dolanan Anak yang hampir punah.  Tema ini menurut saya sangat menarik, Kenapa? karena bagi mahasiswa Ilmu Perpsatakaan itu sendiri dapat mendokumentasikan , melestarikan, serta sebagai ajang preservasi budaya. Bagi pengunjung bisa kembali bernostalgia tentang permainan masa kecilnya, mengenalnya, memahaminya serta melestarikannya karena permainan  tradisional tersebut sudah hampir punah keberadaannya. Tapi jangan salah ya, selain pameran acara yang lain pun turut mendukung acara ini. Bagaimana ya acaranya? Simak ya di bawah ini.
Suasana Pameran Literasi dan Budaya 2015
            Acaranya kan Pameran Literasi dan Budaya ya tentu saja pameran yang menjadi utama di sini. Di sini kebetulan saya dan teman – teman sekelompok saya membuka stand “ Cublak – Cublak Suweng” dari berbagai versi beberapa daerah di Indonesia yaitu Yogyakarta, Sunda, Jawa Tengah, Bali, dan Lombok yang ternyata mempunyai kesamaan dalam hal cara bermainnya, sehingga kami mengusung tema stand kami dengan Bhineka Tunggal Ika. Tak kalah menariknya, Stand lain pun menampilkan berbagai dolanan, seperti Empring, Jamuran, Ikling, Gangsing, Jalangkung, Kodok – kodokan dan sebagainya yang pada zaman sekarang ini telah banyak ditinggalkan.
Suasana Stand "Cublak - Cublak Suweng"
Suasana Stand "Dingklik Oglak - Aglik"
Suasana Stand "Jamuran"
Suasana Stand "Save Our Heritage"

Suasana Stand "Ingkling"
Pameran ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa UIN Jogja dan luar UIN Jogja, serta sahabat kecil dari TK dan PAUD UIN Sunan Kalijaga. Mereka tampak menikmati acara tersebut, terutama anak – anak TK dan PAUD yang turut memeriahkan acara tersebut dengan bermain cublak – cublak suweng bersama –sama, berebut balon dan permen serta mencoba berbagai permainan lainnya. Setiap ada pengunjung yang datang, kami berusaha untuk menjelaskan tentang cublak – cublak suweng serta mengajak bermain untuk anak –anak TK dan PAUD.

Dosen dan mahasiswa datang mengunjungi pameran
Menjelaskan permainan Cublak - Cublak Suweng kepada pengunjung
Pengunjung dari PAUD UIN Sunan Kalijaga
Pengunjung dari TK UIN Sunan Kalijaga
Membagikan permen kepada TK UIN Sunan Kalijaga
Anak - anak TK UIN Sunan Kalijaga yang sedang menonton video
Bermain Cublak - Cublak Suweng bersama anak - anak PAUD UIN Sunan Kalijaga
Membagikan Balon kepada anak - anak TK UIN Sunan Kalijaga
           Selain acara Pameran, Lomba Show and Tell juga diadakan pada hari pertama. Lomba Show anda Tell ini cukup menegangkan bagi peserta lomba tersebut yang diambil dari perwakilan kelas sekitar tiga orang. Tema yang dijelaskan beragam sesuai pilihan yang dari peserta yang berkaitan dengan perpustakaan.  Bangganya  kini aku melihat ternyata teman – temanku hebat juga dalam berbahasa Inggris. Luar Biasa bukan?
            Acara yang membuat semua orang bingung dan tegang dalam sekejab adalah IP Talent. Bagaimana tidak, dadakan kami setiap stand wajib menyumbangkan suatu penampilan di depan panggung. Wuaaah… Stand kami bingung mau menampilkan apa. Sempat terbesit rencana gila ingin menampilkan paduan suara. Tapiiiii…. setelah dicoba ternyata suara kami cempreng semua sehingga kami urungkan kembali niat itu. Kami akhirnya mengajukan Hana untuk menampilkan silat. Semua stand juga banyak menampilkan kemampuan mereka seperti menari, menyanyi, puisi dan sebagainya.
Lomba IP Talent
            Ada pula acara Talk Show yang diadakan pada hari kedua oleh pembicara seorang budayawan Jawa bernama Bapak Bambang Nursinggih yang dimoderatori oleh salah satu mahasiswa ilmu perpustakaan Fuad Wahyu Prabowo. Dalam Talk Show ini dijelaskan tentang pentingnya dolanan anak serta upaya dalam melestarikannya. Menariknya, Pak Bambang Nursingging menjelaskan serta berinteraksi dengan peserta dengan berbahasa Jawa. Saya sangat menikmati acara talk Show tersebut, karena kita juga diajak menyanyikan beberapa lagu anak – anak, membaca geguritan serta mempraktekan secara langsung dolana tersebut. 
Foto bersama pembicara Talk Show Bapak Bambang Nursinggih
            Tidak lama setelah acara Talk Show, kami diumumkan tentang kejuaraan dari Lomba Show and Tell, IP Talent, dan Stand. Alhamdulillah ternyata stand “Cublak – Cublak Suweng” mendapatkan juara kedua. Bagiku juara kedua sudah luar biasa, karena saya melihat kekompakan kelompok kami dari mulai persiapan awal, kami telah berjuang keras mulai dari menentukan tema, konsep, persiapan alat dan pengalaman yang seru lainnya terbayar sudah dengan juara yang kami dapat.
Pemberian hadiah kepada Stand Cublak - Cublak Suweng dan Hana sebagai pemenang show and tell
             Bagi saya acara Pameran ini memberi kesan dan pesan bagi saya, disini saya dapat belajar mengorganisasikan suatu acara dalam satu tim, belajar berinteraksi dan beromunikasi dengan banyak orang baik itu anak – anak, teman sebaya, dan orang yang lebih tua supaya apa yang ingin kita sampaikan dapat dimengerti, serta dapat memperkuat keilmuan kita di bidang Perpustakaan dan Informasi. Saya berharap di era modern ini dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi , dolanan anak yang merupakan warisan budaya tetap terlestarikan keberadaannya.
Mempromosikan Stand Cublak - Cublak Suweng kepada semua pengunjung
Foto bersama setelah acara se - kelas Ilmu perpustakaan A
Foto bersama setelah acara se - kelas Ilmu perpustakaan B
#IDKS

Minggu, 26 April 2015

Copy Right : Menghargai itu Perlu


Logo dari Copy Right
Apa sih sebenarnya Copy Right atau Hak Cipta itu? Ngomong – ngomong sebenarnya selama ini  kita sudah sangat akrab dengan dengan istilah tersebut, tapi apakah kalian tahu hak cipta itu apa? kata Hak cipta banyak sekali digunakan pada berbagai jenis karya yag diciptakan oleh manusia yang dianggap berharga. Ciptaan yang dilindungi dengan hak cipta  adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, karya yang diterbitkan dan semua hasil karya tulis lain, alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang sudah dijelaskan pada pasal 12 UUHC 2002. 

Mungkin selama ini yang kita tahu hak cipta itu yang selalu muncul pada buku – buku dengan lambang C dan dengan diberi penjelasan tulisan “ Hak cipta dilindungi undang – undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit”. Apa sih maksut kata – kata ini? Sebelum kita bahas masalah itu maka kita terlebih dahulu perlu membahas makna dari hak cipta itu sendiri. Hak cipta adalah ak eklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk dengan tidak mengurangi pembatasan – pembatasan menurut peraturan perundang – undangan yang berlaku. ( pasal 1 ayat 1 UUHC 2002 ). 

Walaupun demikian ada hal – hal yang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta  dengan syarat menyebutkan sumbernya adalah penggunaan ciptaan lain untuk kepentingan pendidikan , penelitian, penulisan karya tulis ilmiah, penyusunan laporan, penulisa kritik, atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta, pengambilan ciptaan pihak lain, baik seluruhnya atau sebagian, guna keperluan penbelajaran diluar atau di dalam, perbanyakan suatu ciptaan selain program komputerdengan cara atau alat apapun atau proses yang serupa , dan perubahan salinan cadangan suatu program computer oleh pemilik program computer yang dilakukan semata – mata untuk digunakan sendiri. 

Semua orang pasti ingi merasa dihargai. Begitu pula kita pasti merasa ingin dihargai. Ketika kita punya karya pasti kita sedih apabila karya kita juga diperlakukan tidak adil seperti dikutip tidak dicantumkan sumbernya, diperbanyak untuk komersial, dan pelanggaran - pelanggaran lainnya. Oleh karena itu, kita harus bisa menanggapi dengan baik terhadap adanya Hak Cipta tersebut dengan bijaksana.

Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menanggapi adanya hak cipta tersebut? Tentu saja setelah memahami makna dari hak cipta kita dapat mengambil langkah yang bijak dalam mengatasinya. Dalam dunia perpustakaan terdapat beberapa cara yang mungkin dapat diambil dalam mengontrol terhadap hak cipta yaitu menyediakan formulir perjanjian antara perpustakaan dengan penulis, menyajikan data bibliografis setiap jenis koleksi serta membatasi akses pengguna terhadap dokumentasi tertentu, misalnya hanya sebagian tertentu saja yang dapat di-download dan di-copy.  Sedangkan untuk pemustaka, minimalisir memfotocopy karya seseorang dan usahakan baca langsung dari perpustakaan tanpa harus dipotocopy. Dan yang paling penting bagi pemustaka adalah jangan lupa mencantumlkan sumbernya apabila mengutip suatu karya seseorang. Oke, jadi mulai sekarang hargai ya karya orang lain

Daftar Pustaka :


 #IDKS
 



Laman