Kamis, 19 Februari 2015

Andrea Hirata : Sang Inspirator Hidupku


Gambar 1. Andrea Hirata Sang Inspirasi Hidupku


Sekarang aku orang yang  bisa dikatakan  beruntung. Kenapa? Karena aku bisa menjalani kuliah di UIN Sunan Kalijaga jurusan Ilmu Perpustakaan. Aku merasa ini keberuntungan karena belum tentu semua orang dapat mendapatkan kesempatan ini. Ini adalah jalan untuk menuju mimpi – mimpiku selanjutnya. Aku bisa seperti ini tentu tidaklah lepas dari perjuangan. Bagaimana perjuangan itu tercipta tentu dari dukungan banyak orang yang menginspirasi hidupku. Salah satu diantara mereka yang paling menginspirasi adalah Andrea Hirata. Mengapa bisa begitu?

Aku sangat terinspirasi oleh Andrea Hirata karena pribadinya dan riwayat hidupnya yang penuh perjuangan hingga menuju sukses. Dia lahir dan besar di sebuah desa yang miskin dan serba kekurangan di Belitung. Karena itulah maka dia mendapat motivasi yang tinggi untuk merangkai mimpi masa depannya. Seperti yang diceritakan di novel Laskar Pelangi, Andrea kecil sekolah di SD Muhammadiyah yang keadaannya sangat memprihatinkan, akan tetapi Andrea Hirata tetap semangat. Dan di tempat itulah beliau bertemu dengan sahabat – sahabatnya “Laskar Pelangi”. Ia pernah berujar kepada gurunya ingin menjadi penulis. Setelah menyelesaikan pendidikan di kampung halaman Andrea lantas pergi merantau ke Jakarta. Akan tetapi ketika naik bis, supir bis menurunkan di Bogor. Ia mampu memperoleh pekerjaan di kantor pos. Akhirnya beliau berhasil kuliah di Fakultas Ekonomi, UI yang merupakan salah stu cita – citanya sejak kecil . Setelah lulus S1, Andrea mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 Economic Theory di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, Inggris. Andrea lulus dengan status cum laude dan mampu meraih gelar Master Uni Eropa. Sekembalinya ke tanah air, Andrea bekerja di PT Telkom. Kini, Andrea masih aktif sebagai seorang instruktur di perusahaan tersebut. Selama bekerja, niatnya menjadi seorang penulis masih terpendam di  hatinya, namun semakin meledak setelah jadi seorang relawan di Aceh untuk korban tsunami. 

Novel – novel yang diterbitkan penjualannya sangat besar. Andrea mendapat penghargaan sastra Khatulistiwa Literary Award (KLA) pada tahun 2007. Sekarang, Andrea sibuk menulis dan menjadi pembicara dalam berbagai acara yang menyangkut dunia sastra. Penghasilannya pun termasuk paling tinggi sebagai seorang penulis. Andrea tambah luar biasa, saat Laskar Pelangi diangkat menjadi film layar lebar oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Film itu sempat ditonton oleh Susilo Bambang Yudhoyono. 

Gak nyangka ya?, perjuangan dan kerja keras Andrea, bisa menjadikannya sukses sebagai penulis memori tentang kisah masa kecilnya yang penuh keperihatinan. Lah ini dia kenapa aku terinspirasi banget sama beliau. Udah tahu kan sekarang alasannya. 

Selain terinspirasi dari sosok Andrea sendiri, aku juga terinspirasi dari novel – novelnya. Awalnya aku adalah orang biasa – biasa aja, dengan pemikiran yang seperti orang kebanyakan. Aku bukanlah orang yang mempunyai mimpi tinggi. Bahkan hidupku statis, tak penuh dengan semangat. Sekolah pulang  lalu main. Hanya itu aktivitas sehari –sehariku. Tujuan hidup pun belum terarah dan pasti. Akan tetapi setelah aku duduk di kelas VIII SMP aku mulai mengalami perubahan karena sering membaca buku. Novel  yang luar biasa dan menginspirasi karangan “Andrea Hirata”, terutama untuk yang “Tetralogi Laskar Pelangi”. Walaupun tak dapat dipungiri karya – karya Andrea selain itu juga keren – keren dan tentunya hampir semua karyanya sudah kenyang aku nikmati… huahahaha.  Tapi yang paling berkesan dan jadi inspirasi buat hidupku tetap aja hanya “Tetralogi Laskar Pelangi

Gambar 2. Novel - novel karya Andrea Hirata

Gambar 3. Novel Tetralogi Laskar Pelangi

Novel “Laskar pelangi” salah satu novel yang dikarang oleh Andrea Hirata yang merupakan novel pertama dari tetralogi laskar Pelangi. Apa sih isinya? Novel ini mengisahkan tentang kisah nyata kehidupannya. Beliau mengisahkan sepuluh anak Belitung yang serba kekurangan tetapi semangat mereka menyala – nyala. Diantara sepuluh anak tersebut ada tokoh bernama Andrea Hirata ( penulis ) yang di dalam novel disebut dengan nama Ikal. Beliau bersama sepuluh Laskar Pelangi berani bermimpi dan memperjuangkan mimpi – mimpi mereka dengan karakter masing  masing. Tidak ada perjuangan yang sia –sia. Mereka semua akhirnya sukses. Dari kisah yang dilukiskan oleh Andrea Hirata menjadi inspirasi bagiku untuk tidak takut bermimpi. Hal yang tak pernah lupa dari hikmah yang kudapat sejak aku membaca novel itu ialah “Berani Bermimpi dan perjuangkanlah, maka hidup pasti berubah”.  

Gambar 4. Novel pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi berjudul "Laskar Pelangi"

Novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi berjudul “Sang Pemimpi”. Tak kalah luar biasanya. Apa sih isi dari novel ini kog bisa sampai – sampai jadi inspirasiku? Novel ini mengisahkan tentang persahabatan, kekuatan mimpi, dan makna hidup. Aku melihat perjuangan dua orang pemuda  bernama Ikal dan Arai yang mempunyai mimpi yang besar untuk berkeliling ke Eropa dan Afrika. Selain tokoh ikal dan Arai diceritakan pula tokoh Jimbron yang lugu dan menjadi penyemangat. Perjuangan mereka dimulai dari SMA hingga ikal menjadi seorang sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan Arai menjadi ahli Biologi di Universitas di Kaliantan. Novel ini sangat mengispirasi saya, membuat saya ingin terus menyongsong mimpi seperi apa yang mereka lakukan. 

gambar 5. Novel kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi berjudul "Sang Pemimpi"



Novel yang ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi juga sangat menginspirasi. Novelnya berjudul "Edensor". Apalagi judulnya sangat spektakuler. Dari judulnya aja udah luar biasa. Apalagi isinya. Gak Kebayang kan gimana menginspirasinya kalo udah begitu? Novel ini menceritakan tentang perjalanan Ikal dan Arai dalam setelah mendapat beasiswa S2 de Paris Sorbonne Eropa. Mereka berhasil pula mengelilingi Negara – Negara  di Eropa dengan mengamen di jalanan. Yang mereka jelajahi seperti Amsterdam, Jerman, Belomors,  Moskowa, Olovyannaya,  Yunan,  Bosnia,Serbia dan sekitarnya, Austria, dan sebagainya hingga akhirnya sampailah ke Afrika. Kemudian mereka kembali ke Paris untuk menjalankan kuliahnya kembali. Karena Arai sakit maka berhenti kuliah sebentar lalu dipindah ke Sheffield Hallam University. Ikal tetap kuliah sampai menyelaikan riset dan diundang oleh Prof Turnbull ke sebuahtempat di dekat desa yang ternyata adalah Edensor. Ini sangatlah menginspirasiku membuatku ingin sekali seperti mereka bermimpi kuliah ke luar negeri lalu bisa berkeliling Eropa.

Gambar 6. Novel ketiga dari Tetralogi Laskar pelangi berjudul "Edensor"

Novel keempat dari tetralogi lascar pelangi juga sangat menginspirasiku yang berjudul “ Maryamah Karpov". Kenapa bisa menginspirasi? mau tahu? simak ya ceritanya?. Novel ini mengisahkan tentang kisah kehidupan dan pencarian cinta dari Ikal. Berawal dari kembalinya Ikal dari Universita Sorbonne dengan gelar Masternya ke Belitung karena kerinduan. Di ceritakan tentang kondisi dari Belitung dan bagaimana keadaan kehidupan warga –warganya. Diceritakan pula perjuangan Ikal mencari A Ling cinta pertamanya ke ke Pulai Betuan karena begitu besar cintanya. Niatnya ini dibantu oleh sahabat – sahabatnya Laskar Pelangi terutama Mahar dan Lintang dalam membuat kapal. Melalui perjuangan yang besar berlayar menuju pulau betuan walaupun harus melawan para perompak, akhirnya dia bisa menyelamatkan A ling dan membawa ke Belitung. Luar biasa bukan novel “ Maryamah Karpov ini?, benar –benar menginspirasiku untuk lebih memaknai kehidupan serta usaha memperjuangkan cinta seperti yang dilakukan Ikal.

Gambar 7. Novel keempat dari Tetralogi Laskar Pelangi berjudul "Maryamah Karpov"

Jadi, begitulah cerita tentang perjalanan hidup Andrea Hirata meraih prestasinya yang beliau tuangkan dalam novel – novelnya. Itulah alasan mengapa aku benar – benar terinspirasi oleh Andrea Hirata. Semoga cerita ini dapat bermanfaat serta menjadi inspirasi bagi teman – teman semua.
#IDKS






Senin, 09 Februari 2015

Hobi Jadi Prestasi


Kali ini aku mau cerita nih? Pasti semua orang punya hobi. Ih pada penasaran ya apa sih hobiku? Bicara tentang hobi, aku suka sekali dengan kegiatan yang bikin fresh tapi sederhana. gini, sebenarnya hobiku banyak, tapi gak mungkin kan diceritakan satu persatu. Yang paling menonjol diantara semua hobiku itu adalah melukis. 

Hobiku berawal dari sejak waktu SD. Orang dapat bahagia ketika dia tahu apa sih hobinya sebenarnya. Aku mengetahuinya ketika aku sering banget gambar – gambar. Ya yang namanya anak SD ya gambarnya sekedar gambar rumah, pemandangan dan hal lain yang sederhana. Dan yang paling menarik dari diriku ketika aku menggambar semua teman – temanku dan kutuliskan keterangan berupa cerita dibawahnya. Lucu kan? Jadi ketawa deh kalo liat gambarnya yang sekarang masih ada… hahahaha. Sampai suatu ketika guruku, Pak Sukirman mengetahui gambaran – gambaranku dengan memujinya. Gimana gak seneng anak SD dipuji? Pastinya akan jauh lebih semangat. Bukan Cuma itu, tapi aku yang dulunya kurang pede jadi makin pede dong buat lebih berkreasi.

Dari waktu ke waktu hobiku melukisku jadi makin berkembang, walaupun Cuma nyoba –nyoba sendiri. Wajar lah kan aku gak ikut sanggar dan alat pun terbatas. Eh gak nyangka guruku daftari aku lomba. Aku semangat berlatih dengan modal pastel aku mulai berkarya dengan dibimbing pak guru. Dan tentu saja di dukung sama kedua orangtuaku yang tercinta. Alhamdulillah aku mendapatkan juara se – Kabupaten Bantul. Gimana yah ekspresi anak SD yang dapat hadiah? Aku berteriak dengan melompat – lompat. Apalagi yang bikin tambah seneng itu, aku menerima piala diberi langsung dari tangan pak Bupati. Apalagi waktu itu aku disuting oleh TVRI. Yeee masuk TV deh? hahaha



Gambar Piala Juara 3 se- Kabupaten Bantul lomba melukis


Setelah aku masuk SMP hobiku gak berhenti sampai disitu aja. Gambaranku tetap menjadi yang terbaik di sekolah. Aku diajukan lomba –lomba menggambar. Tapi itu tak semudah dulu. Aku gak pernah menang. Ya sudahlah mungkin belum rejeki ya?.

Ngomong- ngomong di SMA aku juga masih sering banget loh gambar. Ehm… walaupun udah gak ada sih lomba gambar. Jadi ya gak pernah lomba gambar. Aku mulai mengembangkan minatku pada kaligrafi dan membatik lukis yang kemudian jadi hobi juga. Aku menyalurkannya dengan ikut lomba kaligrafi tingkat SMA, tapi kalah deh. Tapi yang namanya seneng ya seneng. Tetap aja aku menjalani hobiku, sampai – sampai aku sempat mempunyai cita – cita jadi guru Seni Rupa. Aneh kan?

Alhamdulillah. Ya setidaknya dengan aku mempunyai hobi yang tersalurkan, Ternyata Itu dapat mendorong  semangatku dalam meraih mimpi dan mengejar prestasi dalam bidang - bidang yang lain pula. Aku jadi juara umum juga lo di sekolah. Gak bermaksut sombong sih. Tapi kenyataan. Aku juara 2 waktu kelulusan. Alhamdulillah
Gambar karya batik lukis tema “memancing”
Jangan salah, Walaupun keinginanku buat masuk jurusan seni, karena menurut guruku buat kuliah jurusan seni itu butuh banyak biaya. Karena memerlukan alat dan bahan yang lumayan mahal. Walau pada akhirnaya aku di UIN bukan berarti aku melupakan hobiku itu. Aku masih senang dengan itu. Bahkan aku masih sering melakukannya. Bahkan aku berencana akan ikut Al- Mizan divisi kaligrafi. Cuma soal waktu aja belum terpenuhi. hehe

Jadi, pada intinya gak ada yang sia – sia dalam setiap hobi apabila dalam menjalaninya dengan benar – benar karena keinginannya dan kesukaannya. Apalagi hobi itu dijalani dengan kesungguhan dan ketekunan pastinya akan mendapatkan manfaatnya misalnya prestasi atau mungkin bisa jadi itu adalah bakat kita selama ini yang terpendam.
#IDKS  

Kamis, 05 Februari 2015

Kenapa Sih Harus Milih Ilmu Perpustakaan?



Ketika aku lulus SMA, aku senang sekali aku berfikir akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi yang ternama di Jogja seperti apa yang aku impi - impikan. Walaupun dalam keadaan ekonomi orangtuaku yang kurang mampu dengan pekerjaan mereka sebagai buruh tidak tetap, tidak menyurutkan tekatku untuk terus mengejar mimpi-mimpiku, salah satunya adalah kuliah. Awalnya orang tua hanya mengijinkanku kuliah asalkan dengan beasiswa. Karena aku berasal dari SMA maka jelas aku ingin sekali kuliah di jurusan yang bersangkutan dari apa yang aku pelajari. Aku menginginkan kuliah di UGM atau UNY dengan jurusan yang sesuai dengan jurusan saya yaitu IPS. Akan tetapi Allah SWT menentukan lain, Setelah mengikuti seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN dengan beasiswa bidikmisi, akhirnya aku dinyatakan tidak diterima di kedua perguruan tinggi tersebut. Walaupun demikian, tidak melumpuhkan niatku untuk dapat kuliah.

Sejalan dengan keputusanku untuk tetap ingin kuliah, aku bingung menentukan di mana lagi harus melanjutkan kuliah. Tapi setelah sholat istiqoroh, akhirnya terjawablah pertanyaanku.  Aku mendapat saran dari kakak sepupuku untuk mencoba mendaftar di UIN . Kebetulan saat itu UIN masih membuka pendaftaran jalur regular. Jalur regular pada saat itu dibagi menjadi dua dengan beasiswa bidikmisi dan tanpa bidikmisi. Kebetulan saat itu untuk jalur yang bidikmisi pendaftarannya lebih awal. Akhirnya aku mendaftar jalur regular yang dengan bidikmisi. Tetapi ternyata beasiswa itu belum jadi rejeki bagiku. Kali ini aku hamper putus asa, Bagaimana tidak? aku hanya diperbolehkan orangtua kuliah jika benar – benar gratis mendapat beasiswa. Dengan rasa takut, Aku mengeluh kepada orangtuaku tentang segala kegagalanku ini. Dengan hati – hati bercampur rasa khawatir, aku Aku mencoba mempertimbangkan bagaimana respon dan pendapat orangtua jika aku tetap akan mencoba mendafatar kembali di UIN tetapi tanpa adanya beasiswa. Akan tetapi, Sungguh tidak terduga, entahlah mungkin inilah petunjuk dari Alloh SWT, orangtua setuju aku ke UIN Sunan Kalijaga walaupun untuk masalah biaya masih menjadi sebuah permasalahan apalagi adikku pada waktu yang sama juga mau melanjutkan SMA.Tetapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh SWT, semua bisa diusahakan berkat kerjasama dari orang-orang di sekelilingku yang selalu mendukungku.

Setelah akhirnya memutuskan untuk mendaftar kuliah di UIN, aku harus memilih apa jurusan yang harus aku ambil. Dalam memilih jurusan bukanlah persoalan yang mudah karena menyangkut bagaimana menjalaninya dan tentu saja untuk masa depan. Dalam kegalauan memilih jurusan akhirnya aku memilih untuk sholat istiqoroh meminta petunjuk dari Alloh SWT apa yang terbaik bagiku. Akhirnya aku memilih jurusan ilmu perpustakaan sebagai pilihan pertama diantara tiga pilihan lain. Alloh SWT ternyata tidak pernah menyia – nyiakan hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa, atas berkahnya aku dapat diterima di jurusan ilmu perpustakaan sebagai pilihan pertama. Awalnya aku belum mendapat beasiswa, tapi setelah semester dua aku akhirnya mendapat beasiswa bidikmisi. Mungkin inilah rejeki yang tertunda yang selama ini aku usahakan.

Pasti masih bingung ya kenapa aku waktu itu ambil jurusan ilmu perpustakaan sebagai pilihan pertama bukan yang lain? Aku mengambil jurusan ilmu perpustakaan karena aku suka dengan jurusan itu. Mengapa demikian? Aku tertarik jurusan tersebut karena pengalaman masa lalu saat masih kecil setiap hari bermain dan membaca di taman bacaan masyarakat di desaku. Selain itu juga karena hobby saya yang suka mengoleksi dan mengolah barang- barang maupun buku dengan rapi. Dan alasan lain yaitu dulu aku suka membaca novel, buku inspirasi, majalah dan tabloid bahkan internet di SMP dan SMA.

Masa kecilku sangatlah menyenangkan penuh dengan bermain – main. Tapi jangan salah, aku bermain di MANCA ( Taman Bacaan Masyarakat ) di desa ku Desa Tirtosari bukan hanya bermain tapi sambil belajar dan membaca. Masih bingung ya? apa itu MANCA? apa aja yang ada di sana dan apa yang bisa dilakukan disana?. Gini ya sebenarnya MANCA itu adalah sebuah taman baca yang disediakan untuk masyarakat khususya desa Tirtosari. Disana ada banyak  pelayanan yang disediakan untuk masyarakat khususnya bagi  anak-anak.  Pelayanan tersebut berupa buku – buku pelajaran, buku novel, cerita pendek, dongeng, legenda, buku-buku inspirasi, majalah, tabloid dan lain-lain. Selain itu juga banyak permainan di sana seperti karambol, puzzle, dan sebagainya. Yang tidak kalah menarik, diberikan hadiah setiap sepuluh kali kunjungan. Hadiah tersebut cukup menarik bagi anak- anak. Setiap tahunnya ada program-program yang diadakan seperti bersepeda gembira, nonton film di bioskop mataram dan training motivation. Semua itu mengisi hari – hari masa kecilku. Dari pengalaman inilah yang mengenalkanku tentang pentingnya sebuah perpustakaan bagiku. Ini merupakan salah satu alasanku memilih jurusan ilmu perpustakaan.

Dari sejak SD aku mempunyai mainan, barang- barang dan buku-buku. Semuanya aku simpan, kutata dan kuolah dengan baik sampai sekarang. Bahkan sampai sekarang buku- buku dari sewaktu SD sampai sekarang masih ada. Dengan kata lain aku suka mengoleksi. Itu merupakan suatu hobby yang menyenangkan. Karena kesenaganku dengan hal itu, maka menjadi salah satu alasanku mengambil jurusan ilmu perpustakaan.

Selain suka mengoleksi, aku juga hobi membaca terutama novel. Ini terjadi saat remaja ketika masih menginjak bangku SMP dan SMA. Aku selalu menghabiskan waktu di perpustakaan untuk membaca buku. Bahkan tak terhitung banyaknya jumlah buku fiksi yang telah kubaca khususnya novel. Bisa jadi hampir seluruh koleksi fiksi yang ada sudah kuhabiskan. Walau terkadang aku juga menggunakan perpustakaan untuk mencari buku- buku tentang materi yang diajarkan di kelas. Selain itu juga menggunakan perpustakaan untuk rekreasi seperti menonton TV dan film- film dalam CD. Aku juga sering menggunakan internet untuk mencari informasi selain dari buku dalam mendukung tugas- tugas sekolah. Dari sinilah maka timbullah ketertarikanku untuk memilih jurusan yang tak terpikirkan sama sekali olehku sebelumnya.

Banyak sekali teman – temanku yang masih bingung mengapa aku mengambil jurusan seaneh itu? Mereka yang mengira perpustakaan hanyalah soal buku dan buku. Mereka mengira perpustakaan hanyalah sekedar menata buku dan kerjaannya hanya berkutat pada gedung tua yang dianggap horror. Akan tetapi banyak sekali di orang – orang di desaku yang justru sangat antusias bahkan mendukungku di jurusan ini. Mereka mengatakan bahwa jursan ini sangat bagus, prospek kerjanya juga bagus dan masih sangat dibutuhkan.

Akhirnya setelah kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta aku dapat lebih mengerti apa sebenarnya jurusan ilmu perpustakaan itu?. Aku sama sekali tidak menyesal akan hal tersebut. Aku justru sangat senang dapat kuliah di jurusan yang unik ini. Karena banyak hal- hal baru yang aku dapatkan. Di jurusan ini bukan seperti apa yang banyak orang ketahui bahwa pustakawan hanyalah penjaga buku, tukang nata buku dan apa saja yang menganggap remeh pekerjaan pustakawan. Karena sesungguhnya di jurusan ini aku mempelajari bagaimana mengolah sebuah koleksi cetak, digital ataupun berupa barang fisik lain menjadi informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi pandangan yang memandang koleksi perpustakaan hanyalah soal buku – buku harus dibenahi.  Semuanya diolah bukan hanya dengan manual saja tetapi secara digital. Yang jelas bagaimana masyarakat dapat dengan lebih mudah mendapatkan informasi. Secara garis besar prosesnya meliputi pengadaan sampai bahan pustaka tersebut disebarkan. Semua mata kuliah yang mendukung hal tersebut diajarkan disini. Mata kuliahnya semuanya didukung oleh teknologi Informasi sehingga gak Gaptek .Gak terbayang kan bagaimana pentingnya menempuh pendidikan ilmu perpustakaan untuk menjadi pustakawan yang professional?. Jadi, mulai sekarang berhentilah memandang ilmu perpustakaan sebelah mata, karena menjadi pustakawan itu bukanlah pekerjaan  yang gampang. 

#IDKS
 

Laman