Minggu, 20 Maret 2016

TOEFEL Dicoba Bukan Dibayangkan!




Tanggal 19 Maret 2015, di Treatrikal Pusat Pengembangan Bahasa, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah diadakan kegiatan “Training TOEFEL”. Acara ini diadakan oleh UKM SPBA ( Studi Pengembangan Bahasa Asing ). Saya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai peserta. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, saya terlebih dahulu telah mendaftar melalui sms sejak jauh – jauh hari yang lalu. Pembayarannya bisa dibilang murah karena hanya tersebut Rp 30.000,- . Eh jangan hanya dilihat nominalnya loh tapi apa yang bisa didapat dari nominal berikut. Fasilitas yang bisa didapat tentu ilmu, modul, snack, simulasi, makan siang, souvenir berupa gantungan dan serfitikat.
            Pasti kalian bertanya – Tanya bagaimana sih acaranya? Nah saya dan teman saya yang bernama Ani berangkat ke sana sekitar pukul 08.00 WIB, karena kami memang tidak tahu acara dimulai jam berapa, karena di blosur tidak mencantumkan waktu dimulainya kegiatan training tersebut. Sampai disana ternyata masih sepi hanya panitia – panitia yang tampak sibuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Saya melihat didepan treatrikal saya melihat sesuatu yang menarik perhatian saya yaitu disediakannya spot foto berupa replika dari menara Eiffel dengan stand makanan Prancis yang berada disampingnya.
            Setelah sekian lama menunggu di luar ruangan, kami pun memutuskan untuk masuk. Eh ternyata ada Akmal. Ya akhirnya kami pun duduk bersebelahan di kursi yang tidak terlalu depan tapi juga tidak bisa dikatakan belakang. Setelah cukup lama kami kami menunggu di dalam gedung treatrikal, acara dimulai pukul 09.00 WIB. Seperti acara – acara pada umumnya, Acara dibuka oleh MC. Yang membuat berbeda MC berbicara dengan menggunakan bahasa inggris. Wah wah terbayang sekali kan gimana nuansanya… hehehe. Selain itu, UKM SPBA juga meresmikan “SPBA Course”, yaitu khursus bahasa Inggris yang mempunyai dua kelas yaitu kelas grammer dan speaking baik dari tingkat satu maupun dua. Waduh jadi tertarik nih, sekalipun juga jadi ragu – ragu kalo inget jadwal kuliah yang padat dan tugas yang membludak… huaaah.
            Setelah selesai peresmian, tibalah akhirnya pada acara training yang dimoderatori oleh salah satu dari anggota UKM SPBA kemudian dinarasumberi oleh Waskito Jati seorang pengajar Bahasa Inggris di Solo yang juga lulusan dari UIN Fakultas Syariah. Beliau mempunyai banyak pengalaman yang berkaitan dengan kemampuannya dalam berbahasa Inggris seperti misalnya kuliah di luar negeri dan berbagai penghargaan.  Training ini sangat seru dan menyenangkan, meskipun juga serius karena disini kita diajari bagaimana trik – trik dalam mengerjakan soal TOEFEL sehingga menjadi lebih mudah. Narasumber memperkenalkan berbagai macam jenis test TOEFEL. Selain itu, narasumber juga  membahas soal – soal TOEFEL meskipun hanya sebagian saja bukan keseluruhan. Ya setidaknya sudah mewakili.
            Acara training diakhiri jam 11.30 WIB. Sebelum menuju acara selanjutnya yaitu Simulasi TOEFEL, saya dan Ani makan dahulu dengan makanan yang telah disediakan oleh panitia. Kami makan bersama dengan peserta yang lain. Saya makan bersama Ani dan teman – teman UKM Badminton Ani yang kebetulan juga mengikuti acara tersebut. Mereka bernama Mas Ahmad, Mbak Ida dan Mbak Yunis. Ini dia bonus yang selanjutnya dapet temen baru. Assyikk kan? .Bayangin coba baru bentar aja kita kayak udah kenal lama... hehe. Setelah makan, kami melanjutkan untuk sholat di masjid UIN sebelum akhirnya kami melanjutkan acara yaitu “Simulasi TOEFEL”.
            Dalam mengerjakan soal – soal TOEFEL diberi waktu 2 jam. Saya mengikuti acara simulasi TOEFEL dengan serius. Saya mengerjakan soal – soal yang ada dengan segenap kemampuan kami. Tapi entah kenapa, setelah berfikir dengan sungguh – sungguh banyak soal – soal yang tidak bisa dipecahkan. Mungkin kami kurang belajar. Hasil dari test TOEFEL akan dibagikan seminggu lagi beserta sertifikatnya.
            Acara tersebut sangat bagus menurut saya, karena dengan adanya acara Training TOEFEL yang diadakan oleh UKM SPBA ini setidaknya dapat mengingatkan pelajaran – pelajaran tentang bahasa Inggris yang telah banyak kita lupakan karena padatnya beban kuliah. Selain itu, Kita menjadi lebih mengerti bagaimana bentuk dari soal – soal toefel berserta cara – cara pengerjaannya dengan trik – trik tertentu.

0 komentar:

Posting Komentar

Laman